Wamen Isyana: Cegah Stunting Melalui MBG kepada Ibu Hamil, Menyusui dan Balita

Kemendukbangga for RMOLJateng
Kemendukbangga for RMOLJateng

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rupanya tak hanya menyasar anak sekolah saja tapi juga ibu hamil, menyusui dan balita. 

Seperti yang dilakukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga)/BKKBN di Tangerang, Jumat (21/2).

"Pemberian MBG kepada Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita salah satu tujuannya adalah pencegahan stunting, karena pencegahan stunting dilakukan pada 1000 Hari Pertama kehidupan," kata Wakil Kemendukbangga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Lebih lanjut, Isyana mengatakan, penyaluran MBG kepada Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita, serta sudah diwujudkan dalam bentuk MOU antara Menteri Kemendukbangga, Wihaji, bersama dengan Kepala Badan Gizi Nasional(BGN), Dadan Hindayana. 

"Melalui program tersebut, bersama kepala daerah, provinsi dan kabupaten, kita akan bersama-sama bekerja keras untuk menyongsong generasi emas 2045, dan paling penting masyarakat betul-betul menikmati manfaat dari kebijakan dari program makan bergizi gratis" lanjut Wamen Isyana.

Sebelum meninjau pemberian MBG ke keluarga sasaran, Wamen Isyana terlebih dulu melakukan dan dialog dengan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Dalam dialog tersebut Wamen Isyana menjelaskan bahwa MBG merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Setelah melakukan peninjauan pemberian MBG, Wamen Isyana melanjutkan kunjungannya ke Posyandu Melati 11 di Cluster Curug Garden, RW 12, Kel. Curug Kulon, Kec. Curug, Kab. Tangerang, untuk memantau kegiatan pengukuran dan penimbangan balita, pemberian vitamin A, serta berdialog dengan peserta posyandu.  

"Bulan ini adalah bulan timbang, mudah-mudahan ibu rajin ke posyandu untuk memeriksakan diri dan kesehatan dan juga untuk anak-anak ditimbang terus dan diiukur apakah sudah sesuai dengan kurva pertumbuhan yang seharusnya, sehingga dapat ditangani sejak dini" ungkap Wamen Isyana.

Mengakhiri kunjungan kerjanya, Wamen Isyana juga menyempat diri untuk berdialog dengan 41 orang Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan 15 orang Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) untuk memberikan semangat terutama untuk mendukung susksesnya program MBG dan Quick Win Kemendukbangga.