Vaksinasi Tak Capai Target, Rembang Kembali PPKM Level 3

Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro' (Gus Hanies) meninjau langsung kegiatan vaksinasi di SMP N 3 Lasem (5/10). (Muhammad AF/RMOLjateng)
Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro' (Gus Hanies) meninjau langsung kegiatan vaksinasi di SMP N 3 Lasem (5/10). (Muhammad AF/RMOLjateng)

Kabupaten Rembang naik level 3 PPKM berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 47 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.


Kenaikan dari level 2 ke level 3 lebih dikarenakan capaian vaksinasi yang belum mencapai 50 persen.

Seperti yang diketahui, indikator penentuan level PPKM dilihat dari angka kasus aktif, angka kematian dan jumlah keterisian pasien Covid-19 di rumah sakit.

Namun sejak pemberlakuan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 42 tahun 2021 ditambahkan bahwa capaian vaksinasi juga turut menentukan level PPKM kabupaten/kota.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rembang, Arief Dwi Sulistya menuturkan, per Senin 4 Oktober kemarin capaian vaksinasi di persentase 44,6 persen.

Namun berdasarkan data KTP warga yang telah mengikuti vaksinasi mencapai 48 persen.

Jumlah tersebut masih berada dibawah persentase yang ditentukan oleh pemerintah yaitu total vaksinasi dosis pertama minimal 50 persen dan capaian vaksinasi dosis pertama untuk lanjut usia di atas 60 tahun, minimal 40 persen.

Arief menjelaskan, belum tercapainya target vaksinasi di Kabupaten Rembang dikarenakan kendala jumlah stok vaksin.

“Terakhir mendapat dropping vaksin hari jum'at lalu dengan jumlah sekitar 1500 fial. Vaksin yang ada sudah di drop ke puskesmas dan rumah sakit untuk segera disuntikkan,” jelasnya, Selasa (5/10/2021).

Langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Rembang, lanjut Arief, adalah tetap menggencarkan program vaksinasi, memastikan kesiapan tenaga kesehatan dalam hal ini Vaksinator dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait perihal stok vaksin. 

"Karena sampai saat ini hanya satu jalur dari provinsi, walaupun berbagai stakeholder seperti Partai Politik, BUMN, TNI, Polri menyediakan layanan vaksinasi. Tetapi jalur masuknya tetap di dinas kesehatan, kemudian didroping bersama- sama sesuai dengan penerima vaksinnya," bebernya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro' (Gus Hanies) menanggapi kenaikan level PPKM di Kabupaten Rembang.

Gus Hanies menyebut kendala tidak tercapainya target vaksinasi ada pada ketersediaan vaksin. 

Meskipun demikian, dirinya juga mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada para Tenaga Kesehatan di setiap Fasilitas Kesehatan.

Pasalnya selama Jum'at hingga Senin kemarin, mereka bekerja keras untuk melayani vaksinasi masyarakat hingga ada yang malam hari.

"Kendalanya di ketersediaan vaksin memang. Meskipun demikian kita sampaikan terimakasih kepada nakes yang sudah bekerja keras, hingga ada yang vaksinasi malam hari," ungkapnya.

Gus Hanies berharap, berdasarkan perkembangan percepatan vaksinasi di Kabupaten Rembang, juga masyarakat yang semakin antusias, vaksinasi akan mencapai persentase 50 persen dalam seminggu kedepan.