- Lontong Opor Ayam Sajian Khas Cap Go Meh Klenteng Hok Tik Bio Blora
- Testimoni Kejayaan dan Asa Membangkitkan Kembali Kebesaran
- Buku Tunggal Ketiga Beno Siang Pamungkas PANEN Resmi Diluncurkan
Baca Juga
Desa Petambakan, yang dikenal sebagai cikal bakal berdirinya Kabupaten Banjarnegara, kembali menarik perhatian dengan perannya yang penuh sejarah.
Desa ini menjadi salah satu lokasi penting dalam rangkaian Tarawih Keliling (Tarling) yang digelar oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Banjarnegara pada Senin (10/3), bertempat di Masjid Jami Nurul Huda Petambakan.
Tarling tersebut semula direncanakan dihadiri oleh Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali. Namun, karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan dan diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Sila Satriana.
Dalam kesempatan tersebut, Sila menyampaikan pesan dari Bupati mengenai slogan pembangunan daerah, "Banjarnegara Maju dan Sejahtera".
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung terwujudnya Banjarnegara yang lebih baik. "Dengan slogan ini, mari kita bersama-sama membangun Banjarnegara," katanya.
Fakta sejarah, Desa Petambakan memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi Banjarnegara. Setelah Adipati Mrapat atau Jaka Kaiman mendapatkan mandat dari Sultan Hadiwijaya untuk menjadi Bupati Wirasaba menggantikan Wargo Hutomo.
Ia membagi empat kadipaten, salah satunya adalah Banjarpetambakan dengan Wirayudha sebagai Bupati pertama. Desa ini juga pernah dipimpin oleh Adipati Mangunyudha Seda Loji yang gugur melawan VOC pada Geger Perang Pracina.
Tak heran jika Kepala Desa Petambakan, Hery Setyo Pranadi, mengharapkan perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara untuk melestarikan sejarah dan sosial budayanya.
"Membangun infrastruktur dalam dua tiga tahun biasanya sudah rusak, namun membangun manusia dan kebudayaan, termasuk sejarah, akan berlaku seumur hidup dan menginspirasi sepanjang masa. Kami berharap Pemkab dapat memfasilitasi desa ini," ujarnya.
Menurut Hery, tarling di Desa Petambakan ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi dan peribadatan, tetapi juga sebagai momentum mengenang dan melestarikan jejak sejarah panjang Banjarnegara.
Camat Madukara, Hari Arumbinuko, juga menyampaikan perkembangan terkini terkait penanganan stunting dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Ia berharap dengan kepemimpinan baru Bupati dan Wakil Bupati Banjarnegara, kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem, dapat segera dientaskan.
Dalam acara tersebut, Kepala Kantor Kemenag Banjarnegara turut memberikan bantuan berupa Al-Qur'an, sementara Baznas Banjarnegara menyerahkan bantuan dana untuk Masjid Jami Nurul Huda Petambakan.
- Kapolres Banjarnegara : Ayah Pelaku Penusukan Anak Kandung Sudah Ditahan
- Cekcok Rumah Tangga di Banjarnegara Berujung Darah, Anak Jadi Korban
- Respon Cepat, Pemkab Droping 20 Truk Grosok ke Jalan Rusak Cabak - Bleboh