Tanjakan Gombel, Antara MItos dan Eksotisme Semarang

Tanjakan Gombel memperlihatkan pemandangan indah Kota Semarang dari atas bukit. Dicky Aditya/RMOLJateng
Tanjakan Gombel memperlihatkan pemandangan indah Kota Semarang dari atas bukit. Dicky Aditya/RMOLJateng

Tanjakan Bukit Gombel Semarang, jalan utama menuju Semarang bagian atas tak terpisahkan dengan mitos-mitos angker dan seringnya terjadi kecelakaan. Jalan ini penghubung antara Semarang bawah dan atas, selain sebagai jalur utama Semarang ke arah Solo melalui Ungaran.


Sejak dulu, Tanjakan Gombel rawan terjadi kecelakaan. Selain itu, masyarakat juga sering percaya di lokasi itu kerap terjadi hal-hal diluar nalar. 

Kepercayaan masyarakat itu tak terlepas dari seringnya terjadi hal-hal tidak terduga ketika melintas di Tanjakan Gombel. Seperti kendaraan tiba-tiba saja mogok, atau melihat sosok-sosok misterius. 

Hal-hal itu sering dialami masyarakat pengendara saat melintasi Tanjakan Gombel. Terlebih bila malam hari, suasana terasa semakin mencekam dan angker. 

Mitos tentang keangkeran Tanjakan Gombel itu sering dibicarakan masyarakat meski dari mulut ke mulut. Banyak pula orang-orang yang hingga kini percaya adanya cerita-cerita tersebut. 

Mitos Tanjakan Gombel angker dan dikenal mistis itu juga termasuk sering dihubung-hubungkan dengan bangunan-bangunan tua megah tersebut. Ada beberapa bangunan hotel tua masih berdiri kokoh, tetapi tak berpenghuni hingga kini. Kosong dan dibiarkan tak terawat

Dibalik itu, pemandangan dari atas Bukit Gombel menawarkan keindahan alam Kota Semarang dilihat dari lokasi tinggi. Tampak, jika cuaca bagus, pemandangan Kota Semarang terhampar luas bahkan termasuk dapat melihat Laut Jawa.

Di dekat tanjakan, terdapat beberapa hotel dan restoran mewah. Lokasi itu sering bagi anak-anak muda menjadi tempat menikmati keindahan Kota Semarang. 

Sampai sekarang, Tanjakan Gombel salah satu ikon legendaris Kota Semarang, tetap dipercaya masyarakat angker dan menyimpan unsur magis. Entah benar atau tidaknya. 

Jalur tanjakan dan turunan saat ini sudah dipisah, ada untuk naik ke atas. Dan, ada pula jalur turun ke arah Semarang bagian bawah. Meskipun, kondisi jalur yang ekstrem, tetap sering mengakibatkan kecelakaan.