Survei Elektabilitas Pilgub Jawa Tengah Beda Tipis Antar Calon, Pengaruhkah Ke Hasil Pilkada 2024 Nanti? 

Survei Elektabilitas Pilkada Jawa Tengah 2024 Antar Calon Berbeda Tipis, Siapakah Bakal Unggul Di Pemilihan? Istimewa
Survei Elektabilitas Pilkada Jawa Tengah 2024 Antar Calon Berbeda Tipis, Siapakah Bakal Unggul Di Pemilihan? Istimewa

Semarang - Dua kandidat calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah akan siap melaju ke tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, November nanti. 


Andika Perkasa-Hendrar Prihadi pasangan Nomor Urut 1 dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin mendapatkan Nomor Urut 2. Sejauh ini, para kandidat telah melakukan kampanye masing-masing. 

Saat ini, data hasil survei elektabilitas atau tingkat kepercayaan masyarakat terus berubah. Terbaru, survei perolehan keunggulan kedua calon, hasilnya menempatkan Luthfi-Yasin unggul tipis berbeda beberapa persen dari Andika-Hendi. 

Tentu, hasil survei dari beberapa lembaga survei itu bukanlah mutlak menggambarkan keseluruhan keunggulan para kandidat. Lantas, bagaimana pengaruhnya elektabilitas sekarang dan hasil Pilkada nanti? 

Pengamat Politik Universitas Diponegoro, Dr Teguh Yuwono, menjelaskan survei elektabilitas tetaplah sekedar hasil tidak pasti cuma sampel dan sebagai penilaian popularitas dalam politik. Tetapi dapat pula, hasil survei menjadi tolak ukur yang hasilnya kurang lebih sama dengan pemilihan. 

"Belum pasti sama persis, bisa hasil survei berubah dan tidak akurat. Tetapi, namanya survei kan tolak ukur jadi bisa dijadikan bekal bagi calon dan timnya dalam evaluasi atau masyarakat mempunyai pandangan melihat keunggulan kandidat," terang Teguh, yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) ini, Minggu (27/10). 

Data survei setiap calon kemungkinan masih akan berganti posisi siapakah lebih unggul, diprediksi bakal terus berubah sampai batas waktu akhir menjelang Pilkada 2024. Sisa waktu sampai mendekati hari H pemilihan kurang lebih tinggal beberapa minggu. 

Hasil survei yang menunjukkan perkembangan data, menurut Teguh, jadi bukti bahwa masyarakat memperhatikan kampanye dari kubu semua calon. Oleh sebab itu, dirinya berharap masing-masing kontestan mempersiapkan diri sebaik-baiknya karena pemilih menjadi penilai serta penentu kemenangan. 

Meski terlihat hasil berbeda tipis antar kedua cagub dan cawagub ini, Teguh menilai, hal itu subyektif, masyarakat berhak memilih siapapun dan membuat elektabilitas mengalami perubahan. 

"Kita tidak tahu hasilnya besok, tetapi dari survei menunjukkan elektabilitas terus bergerak mengikuti masa kampanye. Dan lebih kurang sampai November besok, hasilnya bisa berbeda lagi dan akan terlihat siapakah akan menang. Jika semakin dekat pemilihan, biasanya hasil survei bisa jadi nyaris tak berbeda signifikan dengan hasil," jelas Teguh.