Vaksinasi tahap ketiga atau booster yang sudah berlangsung sejak Rabu (12/1) lalu diakui Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, berjalan lancar dan kondusif.
- Hasil Quick Count, Luthfi-Yasin Unggul
- Sempat Tak Masuk DPT, Andika dan Istri Nyoblos di Last Minute
- Kusnendro Ajak Pendukung Andika-Hendi Puasa Hajat Jelang Pencoblosan
Baca Juga
Bahkan pihaknya menargetkan dalam sehari bisa menyuntikkan booster kepada masyarakat umum hingga 5.000 dosis.
Hendi, sapaan akrabnya, mengaku masih perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat khususnya lansia yang menjadi prioritas tahap pertama ini, untuk bisa bisa datang ke 37 Puskesmas atau Rumah sakit yang menyediakan vaksinasi booster.
"KIta Targetkan 5.000 per hari tapi saat ini masih perlu ada sosialisasi kepada masyarakat karena ternyata masih banyak yang belum tahu," kata Hendi kepada RMOLJateng, Jumat (14/1).
Terkait dengan stok vaksin, Hendi mengaku stok vaksin masih cukup aman dan bisa digunakan untuk vaksinasi dosis pertama hingga ketiga. Selain itu banyak varian vaksin yang digunakan oleh Dinas Kesehatan untuk melakukan suntikan booster kepada masyarakat.
Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam menjelaskan jika untuk stok logistik vaksin saat ini menggunakan stok vaksin yang masih tersedia di gudang logistik dengan target sasaran vaksinasi sebanyak 250 ribu sasaran.
"Ada 37 puskesmas, yang bisa melayani vaksinasi. Selain itu juga ada Selain itu, juga ada beberapa rumah sakit. Misalnya Telogorejo, Panti Wilasa, RSUD Wongsonegoro, dan Poltekkes yang melayani vaksinasi booster," papar Hakam.
Pemberian vaksin booster berbeda dengan vaksinasi dosis pertama maupun kedua. Booster Astrazeneca sebanyak 0,25 mililiter diperuntukkan bagi masyarakat menerima vaksin dosis pertama dan kedua jenis Sinovac.
Booster Pfizer sebanyak 0,15 mililiter diperuntukkan bagi masyarakat menerima vaksin dosis pertama dan kedua jenis Sinovac. Sedangkan, booster Moderna sebanyak 0,25 mililiter untuk masyarakat menerima vaksin dosis pertama dan kedua jenis Astrazeneca.
"Ada lima vaksin yang digunakan, yakni Sinovac, Pfizer, Moderna, Astrazeneca, dan Sinopharm. Yang sudah siap logistiknya ada Astrazeneca, Moderna, dan Pfizer. Itu terbukti aman. Pemberian dosis kan separo dari V1 dan V2," pungkasnya.
- Hasil Quick Count, Luthfi-Yasin Unggul
- Sempat Tak Masuk DPT, Andika dan Istri Nyoblos di Last Minute
- Kusnendro Ajak Pendukung Andika-Hendi Puasa Hajat Jelang Pencoblosan