Sebabkan Warga Was-was, Tren Elevasi DAS Lusi di Grobogan Kembali Turun

Pemukiman warga Ngabean Purwodadi mulai kembali tergenang, Senin (17/3), Dok Istimewa.
Pemukiman warga Ngabean Purwodadi mulai kembali tergenang, Senin (17/3), Dok Istimewa.

Elevasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Lusi di Grobogan Jawa Tengah terus mengalami tren naik sejak Minggu (16/3) kemarin. Dari status siaga berubah menjadi awas terjadi sejak pukul 15.00 WIB.


Dari pantauan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Grobogan, kenaikan terus alami peningkatan tiap jamnya. Hingga pukul 05.00 pagi angka elevasi Sungai Lusi menunjukan 9.51 meter.

Naiknya status siaga ke awas menunjukkan adanya potensi luapan sungai Lusi ke pemukiman warga. Dari pantauan di lapangan beberapa pemukiman warga termasuk wilayah Banaran dan Jetis mulai tergenang.

Salah satu warga Kebunharjo Jagalan utara Nurcholis (50) mengaku was-was banjir kembali merendam rumahnya. Sebab usai banjir harus berulang-ulang lakukan pembersihan lantai. 

"Tak cukup sekali saja lakukan pengepelan, namun harus berkali-kali agar warna ubin miliknya kembali bening, selain itu, peralatan elektronik juga rawan alami kerusakan, saat tergenang banjir," terang pria yang akrab dengan sebutan Mbah Cung tersebut. 

Untungnya, elevasi Sungai Lusi mulai alami tren penurunan, setelah ketinggian elevasi 9.57 meter bertahan selama tiga jam. Saat ini pukul 16.00 elevasi DAS Lusi dari Pos Menduran menunjukan angka 9.55 meter. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulanggan Bencana Daerah Kabupaten Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mengatakan penurunan elevasi Sungai Lusi memberikan sedikit kelegaan bagi warga yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai. 

Meskipun demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir. 

"Kami terus memantau perkembangan elevasi Sungai Lusi. Meskipun ada tren penurunan, kondisi cuaca yang tidak menentu bisa saja menyebabkan tren kenaikan kembali," ujar Wahyu.

Dia menambahkan, tim penanggulangan bencana pun telah disiagakan di berbagai titik rawan banjir untuk memastikan keselamatan warga. 

Selain itu, bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat juga telah disiapkan untuk membantu warga yang terdampak.

Pihaknya akan terus memantau kondisi Sungai Lusi, diharapkan air segera surut dan warga tidak khawatir dan dapat beraktivitas seperti biasa tanpa rasa was-was.