Saat Jateng Bersholawat, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf Ajak Muslim Wujudkan Pilkada Damai

Ribuan Muslim Memadati Jateng Bersholawat Dengan Menghadirkan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf Sebagai Penceramah Di Kampus UIN, Salatiga, Senin (19/8) Malam. Istimewa/Erna Yunus B/RMOLJawaTengah
Ribuan Muslim Memadati Jateng Bersholawat Dengan Menghadirkan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf Sebagai Penceramah Di Kampus UIN, Salatiga, Senin (19/8) Malam. Istimewa/Erna Yunus B/RMOLJawaTengah

Ribuan muslim menghadiri Jateng Bersholawat, di Kampus UIN, Salatiga, Senin (19/8) malam.


Terlihat, Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, Pj Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani serta Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, sebagai penceramah.

Jateng Bersholawat menjadi puncak rangkaian Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Tengah di Salatiga.

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dalam kesempatan itu mengajak muslim untuk mencotoh semangat juang para pahlawan di era sekarang. Salah satunya adalah membantu mewujudkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak secara damai yang sesaat lagi akan dihadapi Jawa Tengah dalam Pemilihan Gubernur serta Kepala Daerah.

"Nanti kita tunjukkan pula dalam Pilkada ke depan, bahwa  kita semua menjadi orang-orang yang rukun. Beda pendapat, beda pikiran, beda pilihan tidak masalah, karena itu namanya kehidupan," ucap dia.

Semua komponen masyarakat, menurut dia, wajib bersyukur atas nikmat kemerdekaan dan nikmat Hari Jadi Jawa Tengah yang saat ini dirasakan. Ada pengorbanan yang telah dilakukan para pendahulu, untuk menggapai capaian saat ini.

"Kita wajib bersyukur dengan pahlawan-pahlawan bangsa yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, harta dan darah-darah mereka, demi mendapatkan kemerdekaan Republik Indonesia ini.  Mari kita teruskan perjuangan-perjuangan mereka," ungkap Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Sementara, Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana dalam kesempatan itu menyinggung ikhtiar lahiriah saja, tapi juga secara batiniah.

Jateng Bersholawat diharapkan menjadi sarana untuk menjalin silaturrahim antara pemerintah, ulama, dan masyarakat di samping meningkatkan keimanan dan ketakwaan bagi umat muslim.

Sekaligus, sarana ikhtiar batiniah dalam melaksanakan pembangunan di Jateng.

"Pembangunan tidak cukup dilaksanakan hanya dengan ikhtiar lahiriah saja, tapi juga secara batiniah," kata Nana Sudjana. 

Dikatakan Nana, kemajuan Provinsi Jawa Tengah dan kebahagiaan masyarakatnya tidak bisa dilepaskan dari campur tangan dan ridho Allah SWT.

Oleh karena itu, upaya Provinsi Jateng memajukan masyarakat Jawa Tengah, juga harus disertai dengan doa, untuk meminta pertolongan dari Allah SWT.