Rumah Warga Grobogan Amblas Tersapu Luapan Sungai Lusi, 3 Rumah Lainnya Alami Longsor Sebagian

Joko Prasetyo Utomo putra Jumiah, menunjukan kondisi sebagian rumahnya yang alami longsor, Rabu (29/1) siang. Rubadi/RMOLJateng.
Joko Prasetyo Utomo putra Jumiah, menunjukan kondisi sebagian rumahnya yang alami longsor, Rabu (29/1) siang. Rubadi/RMOLJateng.

Akibat hujan deras yang terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah baru-baru ini menyebabkan terjadinya banjir. Ratusan rumah warga pun mengalami kerusakan serius akibat luapan banjir.


Satu di ataranya adalah rumah Mulyono (56) warga Dusun Pancan Desa Getasrejo Kecamatan / Kabupaten Grobogan. Rumah yang sebelumnya ia tinggali saat ini amblas terbawa arus sungai Lusi. 

Longsor juga mengancam tiga rumah warga lainnya yakni milik Sumarnu (46), Jumiah (53), dan Subakir (58). Mereka tak dapat berbuat banyak. Mereka pun pasrah dengan kejadian tersebut.

Untuk dua KK, yakni Mulyono dan Sumarnu, saat ini telah mengungsi di rumah warga lainnya, namun untuk Jumiah dan Subakir tetap tinggal di rumah tersebut. 

Menurut penuturan Joko Prasetyo Utomo (30), putra Jumiah, longsornya tanah mereka sudah terjadi sekitar setahun lalu. Namun karena keterbatasan ekonomi mereka terpaksa tetap tinggal di rumah tersebut. 

"Sebenarnya ada perasaan was was, karena sebagian rumah sudah mengalami longsor, namun untuk pindah juga perlu biaya, kita hanya bisa pasrah," ungkapnya, Rabu (29/1) siang. 

Dia berharap pemerintah bisa membantu memberikan tempat tinggal sementara. Sampai keluarganya mampu memiliki tempat tinggal sendiri. 

Dia mengaku, pemerintah desa mulai peduli dengan kondisinya ketika longsor telah menelan rumah Mulyono dan sebagian rumah miliknya. Sementara dari pihak pemkab Grobogan belum ada kepedulian sama sekali. 

"Hari ini pemdes memberikan beras dan mie instan sebagai bentuk kepedulian," imbuhnya. 

Tetangga korban longsor Muhadirin, mengatakan, awalnya hanya terjadi di bagian selatan rumah, namun saat ini sudah menelan sekitar 50 meter lahan mereka. 

"Awalnya ada empat rumah, namun satu rumah amblas, tinggal tiga rumah. Kita ikut khawatir karena longsor terus menggerus lahan, saat ini sebagian rumah belakang sudah longsor," ungkapnya. 

Terpisah, saat berusaha menghubungi pihak pemerintah desa, Kepala Desa Getasrejo Busro Siswanto enggan berkomentar.