Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menekankan agar semua bus, baik reguler, pariwisata maupun bus mudik gratis harus mengalami pemeriksaan rampcheck terlebih dulu.
- Kecelakaan Beruntun Libatkan Beberapa Pengendara Motor Terluka
- Jumlah Pemudik Lebaran 2025, Sebuah Anti-Klimaks
- Perbedaan Penetapan 1 Syawal, Sejumlah Masjid Di Solo Gelar Salat Id Hari Ini
Baca Juga
Dalam surat tertanggal 5 Maret 2025 yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat yang salinannya diterima oleh Redaktur RMOLJawaTengah, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono memberikan rekomendasinya.
KNKT memiliki tanggung jawab dalam melakukan investigasi kecelakaan transportasi. Investigasi itu mencakup transportasi jalan, rel, penerbangan, dan pelayaran. KNKT merekomendasikan perbaikan sistem keselamatan kepada para pengambil keputusan, pada tingkat nasional maupun internasional agar kecelakaan dengan penyebab yang sama tidak lagi terjadi lagi di masa depan.
Semua rekomendasi itu didasarkan dari berbagai temuan faktual investigasi kecelakaan transportasi darat terhadap angkutan orang dan barang.
Lembaga bentukan Presiden BJ Habibie pada 1999 tersebut menyebutkan rampcheck harus dilakukan. Selain itu rekomendasi untuk perawatan besar khusus untuk sistem rem bus karena sebagian besar kecelakaan yang diakibatkan rem blong adalah merupakan kegagalan mekanik akibat tidak dilakukan perawatan dengan baik.
KNKT juga menekankan rekomendasi pengawasan dan pembatasan jam kerja bagi para pengemudi serta pengawasan kesehatan para awak pengemudi bus. Menurut temuan KNKT sebagian besar dari pengemudi bus memiliki penyakit terkait metabolisme seperti kolesterol, darah tinggi dan diabetes.
Dalam wawancaranya dengan Radio Republik Indonesia pada Rabu (12/05), Soerjanto menyebutkan agar masyarakat waspada dan taat pada rambu lalu lintas. “Dari investigasi kami, ditemukan penempatan rambu-rambu yang bertumpuk di satu lokasi. Sehingga ini membingungkan pengguna jalan,” katanya.
Rekomendasi terakhir adalah menyediakan sejumlah rest area yang memadai di sepanjang jalur mudik agar awak bus yang sudah fatigue (terlalu lelah) bisa beristirahat di tempat pemberhentian tersebut.
- Viral! Seorang Pria Curhat Ngaku Kena HIV Usai Njajan Di Tempat hiburan
- Kecelakaan Beruntun Libatkan Beberapa Pengendara Motor Terluka
- Libur Lebaran, Agrowisata Telaga Kusuma Tetap Jadi Primadona Wisata