Prof Didit Budi Nugroho Resmi Sandang Guru Besar ke-24 Ilmu Statistika UKSW

Prof. Didit Budi Nugroho, S.Si., M.Si., D.Sc., merupakan Dosen Fakultas Sains dan Matematika (FSM) resmi menyandang Guru Besar ke-24 bidang Ilmu Statistika  di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Jum'at (22/03).


Sebelumnya, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H., menyerahkan secara langsung Surat Keputusan (SK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 11811/M/07/2024 tentang kenaikan Jabatan Fungsional Akademik (JAFA) Guru Besar atas nama Prof. Didit Budi Nugroho, S.Si., M.Si., D.Sc.

Secara estafet, SK diserahkan Kepala LLDIKTI kepada Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW) Drs. M.Z. Ichsanudin, M.M., dilanjutkan kepada Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., dan selanjutnya kepada Prof. Didit Budi Nugroho, S.Si., M.Si., D.Sc.

Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H., menyampaikan apresiasinya kepada YPTKSW, jajaran pimpinan UKSW, dan juga Prof. Didit Budi Nugroho, S.Si., M.Si., D.Sc. Kepada Guru Besar yang baru, Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H., berharap terus menjadi pencetus inovasi-inovasi.

"Selamat, semoga Prof. Didit, terus menciptakan inovasi dan juga bisa mendorong rekan-rekan sejawat lainnya," kata Bhimo.

Dalam kesempatan tersebut, Bhimo mengajak Guru Besar yang ada untuk terus mengembangkan talenta yang dimiliki, dan berperan aktif untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, serta ikut membangun masyarakat. 

Ucapan selamat juga disampaikan Rektor UKSW, Intiyas. Ia mengungkapkan, bertambahnya Guru Besar di UKSW menjadi berkat di kuartal pertama 2024, setelah sebelumnya 2 SK Guru Besar diterima pada Januari lalu.

"Semoga dengan lahirnya Guru Besar baru di UKSW, dapat lebih mewarnai dunia pendidikan dan juga ikut berperan aktif menyelesaikan permasalahan yang ada," tegas Rektor Intiyas, didampingi Ketua Pengurus YPTKSW Drs. M.Z. Ichsanudin, M.M.

Lebih lanjut disampaikan Rektor Intiyas, selama kepemimpinannya, dengan program kerja Satu Hati (Sinergis, Patuh, Harmonis, Teladan dan Integritas-red), ditargetkan UKSW akan mempunyai 20 Guru Besar baru. Setahun lebih memimpin UKSW, sudah 10 Guru Besar baru dilahirkan.

Di hadapan Kepala LLDIKTI, disampaikan bahwa UKSW yang saat ini telah mendapatkan pengakuan Bintang 3 secara menyeluruh dari QS Stars University Rating ini mempunyai beberapa skema percepatan untuk JAFA, khususnya Guru Besar.

Ia menyebutkan, UKSW menyediakan skema percepatan Guru Besar dan skema hibah untuk meraih Guru Besar di bawah Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan. Termasuk didalamnya skema untuk Guru Besar mempertahankan profesionalismenya dengan melakukan penelitian.

Selain itu, UKSW juga mempunyai GESIT atau Gerakan Akselerasi Inkubasi Talenta, yaitu mencari calon Guru Besar yang usianya di bawah 40 tahun.

"Hal ini kami lakukan supaya ketika sudah menjadi Guru Besar akan mempunyai masa layanan yang lebih panjang," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, rona bahagia dirasakan Prof. Didit Budi Nugroho, S.Si., M.Si., D.Sc.

Dosen berusia 47 tahun ini menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak universitas dan juga fakultas atas dukungan yang diperolehnya.

Dikatakannya, proses mengurus JAFA sampai menjadi Guru Besar sangat terbantu dengan adanya Sistem JAFA Go Online atau SIJAGO. Hanya membutuhkan waktu enam bulan saja secara online sampai mendapatkan SK Guru Besar.

“Tentu ini yang saya inginkan karena karir dosen salah satunya menjadi Guru Besar. Walaupun ini dikatakan sebagai puncak karir, tapi bagi saya capaian ini tidak membuat berhenti disini. Justru dengan capaian ini, ke depan tuntutannya akan lebih. Menjadi Guru Besar menjadi pemacu saya untuk terus berkarya," kata Prof. Didit yang mempunyai fokus penelitian pada bidang ekonometrika keuangan ini.