Populerkan Kearifan Lokal Kudus, Museum Kretek Ramaikan Pameran di Monumen Pers Nasional Solo

Museum Kretek Kudus turut serta dalam ajang pameran yang digelar di Solo, pada 22 Juli hingga 26 Juli 2024 mendatang.
Museum Kretek Kudus turut serta dalam ajang pameran yang digelar di Solo, pada 22 Juli hingga 26 Juli 2024 mendatang.

Monumen Pers Nasional Surakarta menggelar pameran bersama dari berbagai wilayah di Indonesia. Tak ketinggalan, pihak Museum Kretek Kudus dipastikan turut serta dalam ajang pameran yang digelar di Solo, pada 22 Juli hingga 26 Juli 2024 mendatang.


Keikutsertaan Museum Kretek Kudus dipandang sangat penting, sebab memiliki nilai strategis dalam upaya penguatan kretek, sebagai bagian dari sejarah Indonesia. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Mutrikah mengatakan, pameran bersama museum yang tersebar di sejumlah daerah, merupakan peluang bagi Pemkab Kudus guna mengarusutamakan budaya kretek kepada publik secara lebih luas.

 Tidak hanya aktifitas sebagaimana sehari-hari yang dilakukan di dalam Museum Kretek, kata Mutrikah, Keikutsertaan Museum Kretek dalam pameran ini juga sebagai upaya pelestarian warisan budaya daerah. 

"Selain itu, sebagai media promosi, komunikasi, dan edukasi untuk memperkenalkan Museum Kretek kepada masyarakat luas,” tukas Mutrikah.

Dalam pameran bersama di Monumen Pers Nasional yang segera dilangsungkan sejak 22 Juli sampai 26 Juli 2024 ini, imbuh Mutrikah, bertema ‘Keberagaman Koleksi Museum Nusantara’. 

Selain Museum Kretek Kudus, lanjut Mutrikah, ada sebanyak 16 museum dengan berbagai latar budaya dan sejarah di Indonesia yang mengambil bagian dalam pameran berskala nasional itu.

“ Untuk stan Museum Kretek Kudus dalam pameran akan mengusung tema ‘Kretek, Budaya Asli Nusantara’ ,” ungkap Mutrikah.

Mutrikah menegaskan, Museum Kretek Kudus ini merupakan satu-satunya museum yang menyimpan sejarah panjang tentang kretek. 

"Keberadaan stan pamer nantinya, harus mudah dipahami jika sejarah atau budaya kretek yang lahir dari Kudus merupakan budaya asli Indonesia dan tidak hanya sekadar menampilkan barang atau koleksi Museum Kretek," paparnya.

Mutrikah saat ini tengah menginstruksikan Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Museum dan Taman Budaya Disbudpar Kudus, untuk melakukan pematangan keikutsertaan Museum Kretek dalam pameran bersama di Monumen Pers Nasional tersebut.

”Upaya pematangan konsep dalam konteks sejarah penemuan kretek oleh Hadji Djamhari, industrialisasi kretek oleh Niti Semito, dan awal-awal bertumbuhnya industri kretek yang menjadi tulang punggung ekonomi warga masyarakat Kudus, tengah dirancang oleh kurator bersama UPTD Museum dan Taman Budaya Disbudpar,” imbuhnya.

Rencananya, dalam konsep yang dirancang beberapa koleksi Museum Kretek akan ditampilkan dipameran tersebut. Mulai dari alat pelinting kretek, koleksi peninggalan nitisemito, hingga beberapa kemasan kretek generasi terdahulu.

"Selain itu, di stan pameran kami juga akan ada atraksi melinting kretek hingga display bahan kretek, seperti tembakau, cengkeh, kayu manis dan pelengkap kretek lain," pungkasnya.