- Mengintip Kesiapan Sekolah Rakyat (SR)
- Angkasa Pura I Berangkatkan 45.343 Calon Jemaah Haji
- SBY Dan Prabowo Batal Menggelar Pertemuan
Baca Juga
Bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (MenUMKM), Maman Abdurrahman membuka ruang diskusi untuk merumuskan perencanaan program pemangkasan angka kemiskinan.
Maman menjelaskan bahwa disksusinya dengan Gus Ipul fokus pada pembahasan tentang pentingnya membangun sinergitas untuk membuat konsep graduasi atau kelulusan melalui pendampingan wirausaha bagi kelompok masyarakat dengan kategori miskin.
“Ini akan menjadi domain kementerian UMKM untuk memberikan pembinaan, pemberdayaan program-program yang bersifat entrepreneur (kewirausahaan-red),” papar Maman, dari gedung Smesco, Jakarta, Kamis (20/3).
Program ini merupakan implementasi pasal 34 ayat 1 UUD 1945 yang mengamanatkan agar fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Untuk itulah pemerintah berkewajiban untuk mewujudkannya.
Lebih lanjut Maman mengungkapkan harapannya agar masyarakat dalam kategori miskin bisa keluar dari zona miskinnya.
Untuk kepentingan rencana kepersertaan program wirausaha ini kedua Kementerian sedang melakukan sinkronisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Berdasarkan 10 kategori desil (kelompok pendapatan) DTSEN, empat kelompok terbawah dalam kelompok kemiskinan ekstrem menjadi tanggungjawab Kementerian Sosial.
Sedangkan dalam konteks pemberdayaan masyarakatnya, desil 4 akan ditangani oleh Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, Kementerian BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia).
Untuk kelompok desil 7 ke atas akan mendapatkan dukungan lebih lanjut dalam pengembangan ekonomi agar bisa mandiri dan berkontribusi dalam pertumubuhan nasional.
Menurut Maman pembagian dan transparansi DTSEN akan mempermudah pencapaian tujuan program pemberdayaan dapat lebih tepat sasaran.
“Keterbukaan data akan mempermudah pencapaian target program wirausaha menjadi lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Sementara, Gus Ipul menyampaikan bahwa kolaborasi antar Kementerian menjadi kunci keberhasilan program sosial, terutama untuk mengentaskan kemiskinan dan mendorong usaha produktif.
Lebih lanjut Gus Ipul menjelaskan bahwa sebagai pembantu Presiden, dirinya dan menteri terkait mencoba menterjemahkan tugas yang diterima dalam satu tim kerja agar lebih terarah, terpadu dan berkelanjutan.
- Mengintip Kesiapan Sekolah Rakyat (SR)
- Momen Lomban Buka Peluang Peningkatan Ekraf
- Pemkab Batang Buka Kesempatan Produk UMKM Dikenal Wisatawan