Pendidikan seks bagi remaja bisa disampaikan sejak dini serta diharapkan dapat memberikan pemahaman yang benar.
- Memanas: Perebutan Kursi Ketua PCNU Rembang, Sejumlah Kandidat Muncul
- Peringati Hari Disabilitas Internasional, Pemkab Sukoharjo Serahkan Alat Bantu
- H-3 Penumpang di Stasiun Daop 4 Semarang Alami Peningkatan Tajam
Baca Juga
“Gejola remaja yang menggebu-gebu harus memiliki pemahaman yang benar soal reproduksi," kata Pemerhati Kesehatan Anak dan Ibu asal Kota Salatiga, Titik Anggraini saat menjadi pembicara dialog interaktif di Desa Terban, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Jumat (24/12).
Dia mengungkapkan, pendidikan seks terkait proses reproduksi serta menjaga kesehatan agar remaja lebih bertanggung jawab.
Pendidikan reproduksi bagi remaja pria dan wanita, diakuinya harus dikenalkan sedari dini.
"Dan ketika mengarungi kehidupan akan datang lebih baik. Termasuk menjaga kesehatan reproduksi sangatlah penting, terutama pada remaja. Sebab, masa remaja adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan baik menjaga kebersihan, yang bisa menjadi aset dalam jangka panjang," tandasnya.
Sementara, Sekdes Terban Adi Suseno menambahkan, kegiatan ini hasil kerjasama antara Forum Kesehatan Desa (FKD) Desa Terban.
Ia berharap, melalui kegiatan ini dapat bermanfaat bagi remaja. "Membicarakan reproduksi remaja bukan lagi hal yang tabu," tegasnya.
- Pangan Tidak Aman Masih Beredar di Pasar Tradisional di Semarang
- Gempa Batang : Data Rumah Rusak Bertambah, Tembus 239 Unit
- Sinergitas Kapolres Salatiga Dan Dandim 0714 Bagi Baksos Berkah Ramadhan