Pendalaman Kasus Penataan Kawasan Di Zona II Candi Borobudur

Sekelompok Pedagang Memandang Kios-Kios Bekas Tempat Mereka Berjualan Telah Dirobohkan, Selasa (14/05). Tri Budi/RMOLJawaTengah
Sekelompok Pedagang Memandang Kios-Kios Bekas Tempat Mereka Berjualan Telah Dirobohkan, Selasa (14/05). Tri Budi/RMOLJawaTengah

Pembongkaran ratusan kios di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) terkait erat dengan penataan ruang di kawasan destinasi berskala internasional tersebut.


Juru Bicara Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (TWCBPRB), Ryan Eka P. Sakti, mengatakan bahwa pembongkaran kios dan penataan adalah sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan demi kenyamanan pengunjung.

"Sebagaimana kita ketahui Kawasan Candi Borobudur telah menjadi Proyek Strategis Nasional yang dicanangkan Pemerintah. Guna mengakselerasi pertumbuhan ekosistem pariwisata Borobudur dan ekonomi di sekitarnya, seluruh pihak sepakat untuk meningkatkan kualitas layanan dan juga fasilitas pendukung secara bergotong royong," katanya, Selasa (14/05).

Peningkatan kualitas layanan, fasilitas, serta kenyamanan seluruh pihak, kata Sakti, merupakan kunci dalam membangun daya saing Candi Borobudur sebagai mercusuar pariwisata dan ekonomi masyarakat⁠. 

Proses penyesuaian, penataan, dan juga pemberdayaan, semata-mata sebagai dukungan berbagai pihak agar masyarakat yang saat ini berwirausaha di kawasan Candi Borobudur salah satunya memiliki akses terhadap berbagai sumber daya untuk lebih maju.

Seluruh pihak telah berkomitmen untuk berkolaborasi, tentu dengan berbagai dukungan penuh dan diawasi oleh Pemerintah/Pemerintah Daerah sehingga nantinya tercipta dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Sebagian Besar Deretan Kios Di Area Parkir Kompleks TWCB Telah Rata Dengan Tanah, Selasa (14/05). Tri Budi/RMOLJawaTengah

"Di dalam proses ini kami telah secara proaktif membangun komunikasi kolaboratif multipihak agar masyarakat yang berwirausaha di area Komplek Candi Borobudur secara bersama-sama dapat mengosongkan lokasi (pada jangka 13-16 Mei-red) untuk kemudian diteruskan proses revitalisasinya pada 17 Mei 2024," jelas Sakti. 

Sebagai lokasi sementara PT TWCBPRB telah menyiapkan sepanjang area belakang Museum Borobudur dan eks Kandang Gajah, dengan fasilitas memadai. 

"Namun tetap mendapat akses pengunjung yang hendak keluar via pintu 6 untuk menjaga peluang usaha mereka," katanya.

Liputan RMOLJawaTengah mengenai eksekusi penataan Zona II dapat dibaca melalui tautan di bawah ini:

Pembongkaran Ratusan Kios Di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur

Jelang Perayaan Waisak, Borobudur Disibukkan Dengan Penataan Area Parkir