Pembunuhan Di Jalan Majapahit, Motifnya Sakit Hati Lampiaskan Dendam 

Polisi Telah Berhasil Mengungkap Motif Pembunuhan Di Jalan Majapahit, Semarang, Kamis (14/03). Terduga Pelaku Saat Ini Telah Diamankan Dan Sedang Menjalani Pemeriksaan Penyidikan. Dicky A Wijaya/RMOLJateng
Polisi Telah Berhasil Mengungkap Motif Pembunuhan Di Jalan Majapahit, Semarang, Kamis (14/03). Terduga Pelaku Saat Ini Telah Diamankan Dan Sedang Menjalani Pemeriksaan Penyidikan. Dicky A Wijaya/RMOLJateng

Pelaku pembunuhan terhadap korban tewas bersimbah darah di Jalan Majapahit, Semarang, Kamis (14/03) sore telah diketahui motifnya yakni untuk melampiaskan dendam. Hal ini disimpulkan berdasarkan hasil penyidikan. Tersangka R (34) telah diamankan polisi setelah kabur usai membacok temannya sendiri saat mereka pesta minuman keras.


Berdasarkan penyelidikan sementara Unit Resmob Polsek Pedurungan, pelaku pembunuhan  mengakui melakukan untuk merencanakan balas dendam kepada korban. 

Wakasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Aris Munandar, mengatakan, penyidik telah meminta keterangan pelaku dalam pemeriksaan penyidikan, hasilnya tersangka menjelaskan motif perbuatannya untuk membalaskan dendam. 

"Penyidikan belum selesai, tetapi keterangan didapatkan penyidik dari pelaku mengarahnya bahwa antara keduanya telah lama saling dendam. Dua-duanya baru bisa bertemu setelah sama-sama memiliki dendam dalam pesta miras," jelas Kompol Aris, Sabtu (16/03). 

Tersangka kasus pembunuhan saat ini di tahan di Mapolsek Pedurungan. Proses penyidikan akan dilanjutkan sampai dugaan pasti pelaku membunuh korban terungkap. 

Kompol Aris menambahkan, korban dan pelaku telah lama dekat dan berteman tetapi hubungan keduanya selama ini tidak baik, dan dipicu saling dendam. Pelaku berhasil diamankan tak lama usai melakukan pembacokan terhadap korban. 

"Pelaku sebenarnya akan ditangkap warga di lokasi saat kejadian, tapi banyak yang takut karena dia membawa senjata tajam. Tersangka diamankan di Perum Permata Hati Blok K, Karangroto, Genuk, dijemput Unit Resmob Polsek Pedurungan setelah kabur," katanya. 

Korban Heru Ariyanto (34) warga Sendangguwo, Gemah, Pedurungan dibacok pelaku dan mengalami luka parah hingga bersimbah darah. Korban setelah dibacok sempat lari menyeberang jalan dan jatuh lemas di pinggir Jalan Majapahit, sebelum akhirnya meninggal. 

"Di tubuh korban ada kurang lebih 3 luka bacok di dada, ketiak, dan lengan tangan. Korban setelah ditikam dan luka parah lari ke jalan terus menyeberang tetapi jatuh tubuhnya bersimbah darah. Warga sekitar panik mengira terjadi kecelakaan tapi setelah tahu pembunuhan masyarakat ketakutan," jelas Kompol Aris.