Peduli Kesehatan Ibu Hamil, UMKU dan Djarum Fasilitasi Pendampingan Kesehatan Buruh

 Memasuki tahun keempat program Gemas, UMKU bersepakat memantapkan kerja sama dengan meningkatkan lingkup kerja sama di PT Djarum. Arif Edy Purnomo/RMOLjateng
Memasuki tahun keempat program Gemas, UMKU bersepakat memantapkan kerja sama dengan meningkatkan lingkup kerja sama di PT Djarum. Arif Edy Purnomo/RMOLjateng

Gerakan Menjaga Periode Emas (Gemas) yang digagas Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) bersama sejumlah perusahaan yang ada di kabupaten setempat kini terus digencarkan.


Program tersebut sebagai upaya untuk menjamin kesehatan para karyawan dari hamil hingga memiliki anak berusia dua tahun. Kegiatan itu salah satunya dilakukan di PT. Djarum Kudus selama empat tahun sejak dilaksanakan.

Program Gemas ini sudah menjangkau ribuan buruh di berbagai lokasi yang dimiliki perusahan rokok terbesar di Indonesia tersebut. Memasuki tahun keempat program Gemas, UMKU kembali bersepakat memantapkan kerja sama dengan meningkatkan lingkup kerja sama.

Perwakilan PT Djarum, Rahma Mochtar Kusumasastra mengatakan, pihak perusahaan memang memfasilitasi karyawan yang hamil dengan pendampingan intensif.

“Yakni sampai lahir hingga usia anak memasuki tahun kedua dengan pendekatan 1000 hari kehidupan pertama,” ujar Mochtar saat menyambut kedatangan tim UMKU, Kamis (6/6) di kantor PT. Djarum Kudus.

Menurut Mochtar, pendampingan salah satunya dengan support dari pihak UMKU. Setelah mempertimbangkan dampak positif dari program Gemas, pihaknya menilai bahwa lingkup kerjasama dengan UMKU perlu ditingkatkan.

“Saat ini jumlah ibu hamil yang kita cover semakin banyak. Untuk itu membutuhkan support dari UMKU terkait tenaga kesehatan,” pinta Mochtar.

Selain itu, kata Mochtar, research dari tiap-tiap program Gemas itu perlu dilakukan secara berkala. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan program yang telah dijalankan.

Dalam kesempatan itu, Rektor UMKU Edy Soesanto mengaku pelaksanaan program Gemas berjalan sangat luar biasa. Dimana, setiap buruh yang hamil, mendapatkan fasilitas pemeriksaan dan monitoring kesehatan.

“Fasilitas ini bagus, karena periode kehamilannya selalu terkontrol hingga anak berusia dua tahun,” terangnya.

Menurut Edy, pendampingan ibu hamil dengan ditemani suami untuk mendapatkan penyuluhan lebih konprehensif telah berjalan.

“Diharapkan suami bisa lebih pengertian terhadap istrinya yang hamil dan mengetahui tindakan-tindakan yang diperlukan,” ujar Edy.

Selanjutnya pihak UMKU segera meneliti terkait pelaksanaan program Gemas tersebut. Tujuannya untuk mengetahui, apakah adakah signifikasi ketika suami ikut datang pendampingan bersama istrinya yang hamil ataukan tidak.

“Sampai saat ini, mahasiswa UMKU yang diterjunkan di dokter keluarga pada program Gemas mencapai 100-an mahasiswa. Mereka terdiri dari program pendidikan Keperawatan, Kebidanan, Farmasi dan Gizi,” tukasnya.