Ngaji Dan Bukber Sanggar Ngelmu ELKAROPI: Menjemput Berkah Ramadan, Jangan Sesat Kembali Setelah Ramadan Pergi

Ngaji Dan Bukber Sanggar Ngelmu ELKAROPI: Menjemput Berkah Ramadan, Jangan Sesat Kembali Setelah Ramadan Pergi. Achmad Luthfi Khakim/RMOLJawaTengah
Ngaji Dan Bukber Sanggar Ngelmu ELKAROPI: Menjemput Berkah Ramadan, Jangan Sesat Kembali Setelah Ramadan Pergi. Achmad Luthfi Khakim/RMOLJawaTengah

Purworejo - KH Mukhamad Arwani adalah pemateri utama, serta Muhajir Namung sebagai pengampu Sanggar Ngelmu ELKAROPI dalam acara Ngaji Dan Buka Bersama dengan tema Menjemput Berkah Ramadan, Jangan Sesat Kembali, Setelah Ramadan Pergi.

Acara ini berlangsung di Pendopo Kecamatan Kemiri, Senin (17/03) dengan penuh hikmat. Acara juga dihadiri oleh Forkompimca Kemiri dan jamaah Sanggar Ngelmu Elkaropi, Desa Kerep.

Dalam kajiannya, Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kemiri, KH Mukhamad Arwani, menekankan bahwa manusia adalah makhluk yang mulia dan merupakan paket lengkap dalam penciptaan.

KH Mukhamad Arwani menjelaskan bahwa manusia memiliki unsur materi dan immateri yang lengkap, berbeda dengan hewan yang hanya memiliki satu cara komunikasi atau malaikat yang tidak memiliki keinginan. Selain itu, manusia sering kali tertarik dengan hal-hal yang dilarang, yang menjadi tantangan utama dalam menjaga keimanan.

Ketua Tanfidziyah tersebut juga menyampaikan bahwa ibadah dalam Islam memiliki keunikan tersendiri, ada yang bersifat murni fisik, murni batin, atau gabungan keduanya. Salah satu ibadah yang istimewa adalah puasa, karena hanya Allah dan pelakunya yang benar-benar mengetahui kadar keikhlasan dalam menjalankannya. Dalam konteks ini, puasa tidak hanya menjaga martabat manusia tetapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan dan keseimbangan tubuh.

Muhajir Namung, selaku pengampu Sanggar Ngelmu ELKAROPI, mengapresiasi kehadiran para peserta yang mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Ia berharap bahwa setelah Ramadan berlalu, peserta tetap istiqomah dalam beribadah dan tidak kembali ke kebiasaan yang kurang baik.

Salah satu peserta, Rahman Taufiq, mengungkapkan kesan positifnya terhadap tema yang diangkat dalam acara ini. “Temanya nyelekit, tapi bagus untuk obat dan memperkuat rasa keimanan,” ujarnya.