Keberadaan mini market retail berupa Indomaret, Alfamart dan lain sebagainya, kini mulai bertebaran di daerah Kabupaten Grobogan. Tak hanya di area perkotaan saja, kini toserba tersebut mulai merambah hingga ke desa - desa.
- Bupati Blora Akhirnya Pecat Oknum Satpol PP Arogan
- Keseriusan Ponpes Al Muhibbin Kampoeng Pitulikur Majukan Pendidikan Blora Bagian Selatan
- Direktur BKK Blora Enggan Akui Pinjaman Fiktif di Ngawen Bukan Bentuk Pembobolan Bank
Baca Juga
Jumlahnya pun fantastis, banyaknya toserba yang tersebar di Kabupaten Grobogan sudah mencapai ratusan, namun hanya 62 toserba yang sudah terdaftar dan memiliki izin resmi yakni Alfamart sebanyak 25 toko dan Indomart sebanyak 37 toko. Sementara puluhan lainnya diduga belum memiliki ijin.
Dijelaskan, dalam Pasal 18 Perda Grobogan Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pembangunan Pasar Rakyat dan Penataan Pusat Perbelanjaan.
Dan Toko Swalayan, aturan jarak terdekat pembangunan minimarket minimal berjarak 400 meter dari pasar tradisional. Namun, di Grobogan banyak terlihat toserba berada dekat pasar tradisional.
Kepala Disperindag Kabupaten Grobogan, Pradana Setiawan, mengatakan, untuk toserba yang berdiri sebelum terbitnya perda tersebut tetap dilindungi, berbeda dengan toserba yang berdiri paska terbit perda akan ditindak.
"Untuk sementara rekomendasi ijin pendirian belum bisa kita berikan, menunggu terbitnya perbup yang mengatur. Usai perbup diterbitkan kita akan lakukan penertiban. Jadi yang tidak memiliki ijin akan kita tangani," ungkapnya.
Meski aturan jarak sudah diterbitkan di Perda Nomor 5 Tahun 2022 namun masih saja para pengusaha nekad mendirikan toserba tanpa menggubris aturan tersebut.
Diantaranya toserba yang berdiri di sebelah timur pasar Kuwu Jalan Honggokusuman Kecamatan Kradenan dan toserba di jalan Purwodadi-Pati Pasar Temon Kacamatan Brati Grobogan.
"Pelayanan konsumen saat ini memang mengalami peningkatan, mereka lebih suka yang serba ada, jadi pedagang pasar tradisional juga harus upgrade," imbuhnya.
Salah satu pedagang pasar tradisional Kuwu S yang terdampak dengan berdirinya toserba di sana mengeluhkan dagangannya sepi, bahkan beberapa produk dagangannya kedaluwarsa sehingga harus dibuang karena minimnya pembeli.
"Sepi pembeli sekarang, terpaksa ambil kulakan sedikit, disesuaikan pembeli saat ini. Dulunya ramai," ucapnya.
- 4 Perguruan Tinggi Daftar Jadi Pihak Ketiga Pelaksanaan CAT Seleksi Perangkat Desa di Blora
- Segi Fiskal Mampu Membayar, Pemkab Blora Akan Hutang Rp 250 Miliar untuk Perbaikan Semua Jalan Rusak
- Geruduk Kantor Kecamatan, Calon Perangkat Desa di Lasem Tuntut Seleksi Ulang