Peristiwa longsor seluas satu kilometer memutus akses jalan dukuh Pranten-Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang. Tidak hanya jalan, akses jembatan penghubung dua dukuh pun ambrol.
- Tersengat Listrik Saat Ukur Banner, Karyawan Warung Sop Iga Purwodadi Tewas
- Upacara Kemerdekaan RI Ke-79 Di UKSW Kibarkan Bendera Yang Dijahit Rektorat
- Kandang Ayam di Karanganyar Terbakar Mengakibatkan Kerugian Mencapai Miliaran Rupiah
Baca Juga
Akses dua dukuh itu sudah terputus selama tiga hari. Hal itu disampaikan sekretaris Desa Pranten, Ela Nurlaila.
"Longsoran itu membuat akses ekonomi dan pendidikan terputus. Warga harus memutar lewat Bawang yang lebih jauh," ujar Ela, Senin (3/1).
Pantauan RMOL Jateng di lokasi, longsoran itu termasuk besar. Tumpukan material menumpuk di sisi kanan dan kiri lokasi longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi menyebut peristiwa longsor terjadi pada malam tahun baru, Jumat (31/12) pukul 20.45. Hingga kini, belum ada yang bisa dilakukan pihak pemerintah karena besaran longsor tersebut.
Ia mengatakan BPBD Batang, bersama Dinas ESDM Jawa Tengah saat ini sedang melakukan assessment. Pihaknya menunggu hasil peninjauan lokasi dari pemerintah provinsi Jawa Tengah.
"Kami sedang menunggu hasilnya untuk menentukan langkah apa yang akan kami tempuh selanjutnya," kata Ulul.
Ia menyebut bahwa warga Bawang yang hendak ke dukuh Rejosari, harus memutar hingga 14 kilometer. Padahal jarak sebelumnya hanya kisaran 6-7 kilometer.
Warga harus melewati dukuh lain untuk sampai ke Rejosari. Begitu pula warga Rejosari yang hendak ke pusat kecamatan Bawang. Atau melewati desa Batur yang masuk kabupaten Banjarnegara.
- Dibawah Guyuran Hujan, AKBP Rosyid Hartanto Bantu Korban Tanah Longsor
- Bupati Purworejo Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana
- DPUPR Blora : Longsor di Desa Pilang Berpotensi Merusak