Bagi pecinta kuliner di Semarang, Nasi goreng Pak Karmin Mberok mungkin sudah tidak asing lagi. Ya, meski lapaknya begitu sederhana namun warung yang buka dari siang hingga malam ini termasuk satu kuliner legendaris Semarang.
- Menyeruput Sisa-Sisa Kekaisaran Ottoman Di Tanah Jawa Yang Penuh Budaya
- Tidak Tergoda Varian Rasa, Krupuk Upik Tetap Melegenda
- Clorot, Banyak Yang Salah Membuka Bungkusnya Saat Pertama Menikmati
Baca Juga
Peminatnya pun tak hanya warga Semarang, tetapi diminati wisatawan luar kota, apalagi jika momen lebaran seperti sekarang ini.
Tak heran, libur lebaran ini tempat kuliner satu ini banyak dikunjungi para pemudik. Warga luar kota yang kulineran itu sebagian mampir menikmati kuliner legendaris ini setelah jalan-jalan di Kota Lama.
Salah satu pengunjung Puji Astuti, warga Bogor, mengatakan, lama tau tentang Nasi Goreng Pak Karmin sebagai kuliner khas Semarang.
Sebab, lebaran ini sudah sekian kali jadi kunjungannya ke Semarang, sehingga selalu wisata kuliner bila berlibur.
"Yang paling enak salah satunya di Pak Karmin ini. Kalau ke Semarang pasti saya mampir, soalnya dekat juga dengan Stasiun Tawang. Rekomen sih, karena ada nasi goreng, babat gongso, yang rasanya khas," kata Puji.
Ada pembeli lain warga Semarang tetapi mengajak rombongan keluarga jauh dari luar kota untuk icip-icip Nasi Goreng Pak Karmin.
Nanang, warga Ngaliyan mengaku, sengaja makan siang bersama keluarga yang sedang mudik sekaligus setelah berkeliling Kota Lama.
"Tadi habis jalan-jalan ngajak keponakan-keponakan dari mudik main ke eyang akhirnya bisa liburan di Semarang. Paling dekat sekitar Kota Lama ya ke sini, sudah terkenal juga jadi pasti enak," katanya.
Sukarmin, pemilik Nasi Goreng Pak Karmin mengatakan, pembeli akan semakin ramai ketika liburan, terlebih lebaran setiap tahun banyak warga luar daerah yang datang ke warungnya.
Saat ramai, juru masak akan bekerja gantian piket siang dan sore agar dapat melayani pesanan cepat biar pembeli tak terlalu lama menunggu makanan.
"Gantian kerjanya, sekali masak 3-4 orang agar cepat karena pembeli sudah menunggu. Pas lebaran kayak sekarang, pembeli banyak sekali orang-orang Jakarta pemudik atau yang sedang liburan," ucapnya.
"Bedanya dua sampai tiga kali lipat, dibandingkan hari biasa, jadi kita siapkan lebih banyak porsi karena pembelinya ramai," tambah Sukarmin.
Sebagai salah satu tujuan wisata kuliner, Sukarmin mengatakan, favorit pelanggan paling disukai pengunjung adalah nasi goreng babat dan babat gongso.
"Paling disukai pengunjung nasi goreng babat dan babat gongso. Tetapi, ada menu lain bagi yang tidak suka jeroan ada nasi goreng telur dan nasi goreng ayam. Kalau harga tetap ya, sudah lebih dari lima tahun tidak menaikkan harga, walupun bahan-bahan naik, tetapi kita pertahankan demi pelanggan," ucap dia.
- Libur Lebaran, Tempat Wisata Favorit Di Semarang Penuh Pelancong
- Puncak Arus Mudik, One-Way Akan Diberlakukan Dari Gerbang Tol Cikatama-Kalikangkung
- Semarang Siap Menyambut Kunjungan Lebaran 2025, Wisatawan Diprediksi Lebih Banyak