- Ombudsman RI Perwakilan Jateng Minta Pemkot Semarang Perbaiki Pengelolaan Limbah Vaksinasi
- Dijemput Pihak Kecamatan Mijen, Nenek 93 Tahun Ikut Vaksin
- Lapas Kedungpane Gelar Vaksinasi Kedua Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan
Baca Juga
Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang. Tak ayal, di sejumlah fasilitas umum di Kabupaten Purworejo masih mudah untuk mendapatkan sampah di luar tempat yang ditentukan.
Seperti halnya di Taman Geger Menjangan yang merupakan ruang terbuka hijau (RTH) dibawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Purworejo, sampah plastik dan kertas pembungkus sangat mudah ditemukan.
Walaupun sudah ada petugas kebersihan yang melakukan tugasnya di pagi hari, namun kondisi itu harus menjadi perhatian bersama.
"Kalau sampah di luar dedaunan ini ya masih cukup banyak berceceran mas. Sudah ada tempatnya, tapi ya tidak semuanya membuang di tempat sampah," kata salah satu petuag kebersihan, Budi Santosa, Selasa (16/7/2024).
Sampah paling banyak di kawasan tempat permainan anak dan gazebo yang ada di bagian belakang taman. Menurut Budi, tempat sampah yang ada di kawasan tersebut sebenarnya juga relatif banyak.
"Ya mungkin kesadaran untuk membuang sampah masih rendah. Apalagi sampai terpilah, kayaknya juga sulit," jelas Budi.
Menurut Budi, dirinya memiliki 2 rekan kerja yang mengurusi taman tersebut. Mereka bekerja sejak pagi hari hingga menjelang siang. Sampah yang ada pun ditempatkan menyatu, proses pemilhan baru dilakukan di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Purworejo Wiyono Harjono mengatakan jika kesadaran masyarakat untuk membuang sampah itu sudah ada. "Sudah ada kesadaran, tapi belum semuanya," kata Wiyono.
Pihaknya sendiri sebenarnya sudah rutin melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap penanganan sampah. Hal tersebut difokuskan pada pengelolaan sampah melalui bank sampah.
- PMI Batang Himpun Data Penyintas Covid-19 untuk Donor Plasma Darah Konvalesen
- Bupati Purbalingga Sebut Stok Oksigen Di RS Mulai Terbatas
- Berita Tertentu Picu Kecemasan Masyarakat, Pakar: Hati-hati! Masyarakat Harus Paham Literasi Media