Semarang - Pihak keluarga GRO (17) pelajar menjadi korban penembakan seorang anggota kepolisian di Semarang merasa kecewa dan kesal atas penanganan kasus.
- Dendam Jadi Motif Pembacokan Sadis di Banjarnegara, 4 Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara
- Kasus Pembunuhan Wartawan Rico Pasaribu, Pelaku Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup
- Brigadir AK Terduga Lakukan Penganiayaan Bayinya, Ditetapkan Tersangka Oleh Polda Jateng
Baca Juga
Keluarga korban kecewa beberapa kali mendapatkan kabar akan dilibatkan dalam penyelidikan. Namun, ternyata tidak jadi dan sampai sekarang hanya diminta menunggu sampai proses selesai.
Perwakilan pihak keluarga GRO, Paman GR menuturkan, pihaknya memilih tidak peduli dan membiarkan proses hukum berjalan. Kekecewaan itu karena sejak di awal penyelidikan sampai sekarang, seluruh rencana keluarga akan terlibat memberikan keterangan dan ikut penyelidikan, hanya wacana.
"Biar saja prosesnya selesai kita tidak peduli. Lha, janjinya awal pemeriksaan penyelidikan kita disuruh memberikan keterangan tetapi tidak ada tindak lanjutnya sampai sekarang," ungkapan kekecewaan Paman GRO itu.
Mewakili pihak keluarga, Paman GRO mengaku tidak ingin berharap apapun, hanya menyampaikan masukan agar penyelidikan dan proses hukum segera selesai.
"Semoga segera mendapatkan hasil, kita cuma bisa menunggu," imbuh Paman GRO tersebut.
Dari penjelasan pihak keluarga itu, mereka mengaku sempat mendapatkan kabar mengikuti Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPR. Akan tetapi undangan yang ditunggu-tunggu tak juga sampai ke keluarga. Justru, mereka akhirnya mendapatkan kabar bahwa undangan dari DPR itu dibatalkan tanpa alasan jelas.
Atas hal tersebut, sampai sejauh ini, keluarga GRO tidak ingin memberikan informasi apa pun, sepertinya kecewa dengan penanganan kasus.
- Polsek Karanggede Evakuasi Mobil Tergelincir Ke Sawah Di Jalur Klego-Karanggede
- Boyolali Pastikan Wisatawan Nyaman Di Liburan Dan Aman Di Waduk Cengklik
- Pastikan Keamanan Libur Lebaran, Kapolres Boyolali Tinjau Langsung Wisata Waduk Cengklik