Mendukung perhelatan akbar Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo RI) bersama Local Organizing Committee (LOC) Pildun U-17 menyediakan fasilitas Media Center bagi para jurnalis tanpa kartu akreditasi FIFA agar tetap bisa meliput semua pertandingan Pildun U-17.
- Final Piala Dunia U-17, Ribuan Petugas Keamanan Siaga di Stadion Manahan Solo
- Ini Tiga Evaluasi FIFA Untuk Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023
Baca Juga
Dari empat lokasi stadion yang digunakan pertandingan Piala Dunia U-17, yakni di JIS Jakarta, Si Jalak Harupat Bandung, Stadion Bung Tomo Surabaya dan Stadion Manahan Solo, hanya dua kota yang difasilitasi Information Centre, yakni di Kota Solo dan Surabaya.
Untuk kota Solo, Information center berada di Hotel Zigna Kampung Batik Laweyan Solo, tepatnya di Ballroom lantai 2, dengan dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti ballroom untuk pers conference dilengkapi layar lebar untuk nobar dengan kapasitas 100 an kursi yang nyaman. interview corner, studio podcast, kursi pijat dan dua terapis. juga fasilitas makan, snack dan minum.
"Nyaman sekali media center nya, lebih nyaman dari Surabaya, karena memang kota Solo lebih lama sampai final Piala Dunia, saya sangat mengapresiasi," ungkap Marsal Masita, Head of Marketing and Commercial LOC Piala Dunia U-17 2023, saat bertandang di Information Center, Rabu (29/11).
Penanggung jawab Media Center Pildun U17 Solo, Gonang Susatyo mengakui, jika Media Center dibuka untuk memfasilitasi bagi para jurnalis yang tidak mendapatkan akreditasi media resmi dari FIFA.
“Ya, Media center yang disediakan Kominfo RI itu memang diperuntukkan bagi teman-teman media yang tidak mendapatkan ID Card dari FIFA. Sehingga Kominfo membuka Media Center di dua kota yakni Solo dan Surabaya,” ujar Gonang.
Menurut dia, hampir setiap hari di Media Center itu ada hal yang menarik di luar pertandingan yakni, hadirnya tokoh sepak bola yang berbicara menyampaikan info seputar Piala Dunia U17 dan melakukan jumpa pers.
“Kami selalu memberikan update diluar pertandingan, dengan mendatangkan narasumber, mulai dari mantan pelatih, pengurus sepakbola, baik provinsi maupun kota/daerah, pengurus PSSI, Exco, hingga stakeholder terkait untuk memberikan penjelasan seputar dampak dari Pildun U17 terutama di kota Solo. Sehingga para jurnalis tidak akan kekurangan stok berita,” ujar dia.
Yang paling menjadi tujuan bagi para jurnalis adalah adanya 2 orang terapis pijat lengkap dengan dua kursi pijat yang siap menetralkan saraf bagi jurnalis setelah melakukan liputan.
“Di Media Center kami menyediakan 2 kursi pijat, dan 2 orang terapis yakni pak Sugeng dan Pak Sartono dari Pertuni Solo. Lumayan dan bisa memulihkan kebugaran teman-teman jurnalis seandainya kecapekan karena suntuk memburu berita,” kata Gonang.
- Gratis Dan Nyaman: BPKH Antar Ratusan Pemudik Kembali Bekerja Ke Jabodetabek
- Perbedaan Penetapan 1 Syawal, Sejumlah Masjid Di Solo Gelar Salat Id Hari Ini
- Investasi Bodong Berujung Penangkapan, Kerugian Korban Capai Miliaran Rupiah