Indonesia Gelar Operasi Penyelamatan Ratusan Warganya Dari Kejahatan Eksploitasi Manusia Di Myanmar

Salah Satu Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Memeluk Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono Saat Tiba Dengan Selamat Di Bandara Soekarno Hatta Pada Selasa, (18/03). Dokumentasi detik.com
Salah Satu Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Memeluk Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono Saat Tiba Dengan Selamat Di Bandara Soekarno Hatta Pada Selasa, (18/03). Dokumentasi detik.com

Jakarta - Dalam suatu operasi kerja sama lintas negara dan lintas badan otoritas yang gemilang, Indonesia telah berhasil menyelamatkan 544 orang warganya kembali ke Indonesia. Penyelamatan itu juga meliputi berbagai moda transportasi yakni bus dari Myanmar menuju Thailand dan setelah itu pesawat terbang sewaan ke Jakarta, Indonesia.


Dari konferensi pers yang diadakan oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan dan Menteri Luar Negeri Sugiono pada sore hari ini di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, diketahui pada Selasa (18/03) telah kembali 400 orang warga Indonesia dalam 2 penerbangan pada Selasa hari ini dan sekitar 144 orang dalam 1 penerbangan besok Rabu.

Pemulangan manusia dalam jumlah besar ini adalah kerja sama intensif antara Tim Pelindungan Warga Negara Indonesia dari Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Thailand dan Myanmar serta Hubinter Polri Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Diketahui dari konferensi pers tersebut bahwa Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand, Rachmat Budiman, langsung memimpin pemulangan para korban penipuan tersebut ke Jakarta.

Daerah asal dari para warga yang diselamatkan adalah dari 21 dari 38 provinsi yang terdapat di Indonesia. Mayoritas warga yang diselamatkan hari ini adalah dari Sumatra Barat, Bangka Belitung, Jakarta, Jawa Barat dan Sulawesi Utara.

Liputan RMOLJawaTengah sebelumnya dapat dibaca pada tautan berikut:

Kementerian Luar Negeri Berjuang Memulangkan 525 WNI Korban TPPO Dari Myanmar

Bahkan Menko Polkam Budi Gunawan menyebutkan bahwa upaya penyelamatan warga Indonesia ini adalah suatu operasi senyap. Ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia segera memulangkan warga Indonesia yang menjadi korban penipuan online di Myanmar.

Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan bahwa, “Kami ingin menyampaikan dan menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia (agar – red) seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki keinginan bekerja di luar negeri untuk menggunakan jalur-jalur yang resmi, jalur-jalur yang legal, jalur-jalur yang bisa dipertanggungjawabkan."

Ratusan WNI yang berhasil diselamatkan ini terdiri dari 313 laki-laki dan 87 perempuan, dengan kondisi kesehatan yang baik. Ada lima perempuan yang sedang hamil di antara rombongan. Mereka berasal dari 21 provinsi di Indonesia, dengan jumlah terbanyak dari Sumatera Utara, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jakarta, dan Sulawesi Utara.

Keberhasilan operasi penyelamatan ini tidak lepas dari kerja sama intensif antara Tim Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok dan Yangon, serta Hubinter Polri yang terus mengawal dan mendampingi para WNI dari Myawaddy hingga kepulangan mereka ke Indonesia.

Rombongan selanjutnya yang berjumlah 154 orang akan diterbangkan ke Jakarta pada Rabu (19/03) besok dengan penerbangan rute Maesot ke Jakarta.