- Gubernur Jateng Apresiasi Strategi Atasi Kepadatan Puncak Arus Mudik
- Wali Kota Semarang Naik Heli Basarnas, Pantau Arus Mudik
- Kapolri: Rekayasa Lalin Efektif Hadapi Puncak Arus Mudik Tetap Lancar
Baca Juga
Sehari menjelang Lebaran, arus mudik melalui terminal terminal tipe A Giri Adipura (GAP) Wonogiri mulai menurun.
Pantauan tentang kondisi ini disampaikan satuan layanan terminal GAP Wonogiri. Dalam live report, Minggu (30/03), petugas Galih Jati Anggara mengawali laporan dengan menyebutkan cuaca yang cukup cerah dan situasi lalu lintas ramai lancar dengan dominasi mobil dan motor pemudik.
Selanjutnya, Galih menjelaskan jumlah penumpang yang datang mencapai 6.688 orang. Ini menunjukkan penurunan dibanding puncak mudik sehari sebelumnya yang mencapai lebih dari 13.000 penumpang.
Untuk armada yang masuk ke terminal GAP terdiri dari 150 bus antar kota antar propinsi (AKAP), 83 bus antar kota dalam propinsi (AKDP), 10 bus mudik gratis dan 40 bus pariwisata. Sedangkan armada yang berangkat hanya ada 50 bus AKAP dan 81 AKDP.
Sementara, Kepala Terminal GAP Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, menyampaikan adanya penurunan jumlah pemudik melalui terminal dibandingkan tahun lalu.
Meski jumlah bus mengalami kenaikan dari 1.475 armada mejadi 1.493 armada atau setara 1%. Namun dilihat dari jumlah penumpang mengalami penurunan sekitar 5%.
Agus menyebutkan beberapa faktor penyebab penurunan jumlah pemudik dengan armada bus ini.
"Bisa jadi mereka beralih dari mudik gratis dengan bus ke kereta api. Atau memilih menggunakan mobil pribadi," kata Agus, Minggu (30/03).
Sedangkan jalanan sepanjang kota Wonogiri terkesan lebih lengang dibanding hari sebelumnya, Sabtu (29/03).
Bahkan sehari menjelang perayaan lebaran aktivitas pasar Wonogiri mulai berkurang. Tidak tampak lagi penumpukan parkir kendaraan roda empat hingga beberapa shaf di depan pasar kota Wonogiri, hingga sempat mengambil badan jalan karena peningkatan pengunjung pasar.
Seorang pedagang ayam di pasar kota Wonogiri, Suparni juga mengeluhkan penurunan kondosi ini. “Tidak seperti tahun lalu, sampai harus nambah stok,” ujarnya.
DI sisi lain, untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Wonogiri, untuk tahun ini kegiatan takbir keliling ditiadakan.
Kapolres Wonogiri, AKBP Jarot Sungkowo menghimbau kepada Masyarakat Wonogiri untuk tidak melaksanakan takbir keliling disertai konvoi di jalan raya, yang berpotensi dapat mengganggu ketertiban umum.
“Lebih baik melaksanakan takbiran di tempat ibadah, masjid ataupun mushola tempat masing-masing,” ujar Jarot, Sabtu (29/03).
Himbaun ini sebagai tindak lanjut dari Kementerian Agama RI Provinsi Jawa Tengah Nomor: 27.011.KW.116.BA.02.03.2025, tertanggal 2 Maret 2025
Meski demikian, Jarot mengharapkan masyarakat dapat menyambut Hari Raya 1446 hijriyah/ 2025 masehi dalam suasana yang damai dan kondusif.
- Kesenggol Ayla, Pemotor di Wonogiri Tewas Terlindas Fuso
- Pantai Sigandu Jadi Pilihan Wisatawan Habiskan Libur Lebaran
- 'Warna Warni' Plat Kendaraan 'Wara Wiwi' Padati Kota Wonogiri