Gagal Lantunkan Indonesia Raya, Penipu Berhasil Dibekuk Imigrasi Riau

Natthamon Khongchak (31). Istimewa
Natthamon Khongchak (31). Istimewa

Kantor Imigrasi di Riau telah berhasil membekuk seorang penipu berasal dari Thailand bernama Natthamon Khongchak (31) yang sudah menghilang dari peredaran media sosial selama 2 (dua) tahun dan selama itu bersembunyi di Indonesia pada Jumat (18/10). Ia diekstradisi ke Thailand pada Selasa (25/10) lalu.


Ia berhasil tertangkap saat berpura-pura sebagai warganegara Indonesia yang mengajukan permohonan passport ke Kantor Imigrasi di Riau. 

Permintaan pejabat imigrasi yang merasakan adanya keanehan lantas menyuruhnya untuk menyanyikan lagu kebangsaan Republik Indonesia serta mengucapkan Pembukaan Undang-Undang Dasar 45 di hadapan mereka. Saat dia gagal lakukan semuanya, disitulah kedoknya terbuka.

Ironisnya, ia mulai berkarir sebagai seorang YouTuber yang terkenal karena kepiawaiannya menyanyi lagu-lagu K-Pop yakni dari grup Blackpink dan BTS. 

Bahkan karena kepandaiannya menyanyi dan menari, ia memiliki sekitar 800.000 pelanggan atau subscriber di kanal media sosial miliknya tersebut. 

Dalam perjalanannya sebagai seorang YouTuber, ia sempat debut dalam kontestasi idol K-Pop di Seoul, Korea Selatan dengan label musik Dream Cinema.

Ketenarannya tak bertahan lama sehingga ia akhirnya melakukan diversifikasi usaha. Ia meluncurkan skema investasi perdagangan mata uang asing atau forex (foreign exchange) yang menjanjikan para pelanggannya sekitar 25% keuntungan per tiga bulan, 30% per 6 bulan, dan 35% setahun. Janjinya, semua keuntungan itu akan dibagikan setiap bulan bagi para investornya. 

Tak pelak lagi, banyak investor dadakan yang ingin mendapatkan keuntungan segera mengirimkan uang mereka ikuti skema ini. 

Jumlah mereka mencapai angka fantastis, yakni 6.000 orang. Uang yang terkumpul mencapai angka THB (Thai Baht) 2 milyar atau Rp934 milyar (USD59 juta).

Namun, Khongchak tak pernah dapat memenuhi janjinya membayarkan keuntungan perdagangan. Saat para investornya meminta uang mereka kembali, Khongchak menyatakan bahwa ia telah gagal melakukan perdagangan. 

Menghadapi derasnya keluhan, Khongchak bukannya memperbaiki permasalahan melainkan mengancam balik. Ia nyatakan mereka yang melaporkannya kepada pihak penegak hukum, justru akan kehilangan kesempatan mendapatkan uang mereka kembali.

Pada bulan Juli 2022, ia bersama ibu dan sekretarisnya melarikan diri ke Indonesia secara ilegal dan bersembunyi di Kepulauan Riau. 

Keberadaannya tidak terendus oleh pihak berwenang sampai ia berusaha mendapatkan passport Indonesia pada Jumat, (18/10). 

Pihak berwenang Thailand DSI (Department of Special Investigation) sejauh ini telah menyita assetnya sebesar USD470.000 atau sekitar Rp7.9 milyar rupiah.

Sumber: South China Morning Post, CNN, dan Instagram