Fasilitas pengajaran bahasa mandarin secara interaktif disediakan KBRI Beijing melalui Smart Classroom.
- Presiden Serbia Vucic Sambut Hangat Kunjungan Aktor Johnny Depp
- Akun Twitter Resmi Kedutaan Besar Inggris Menghilang Mendadak
- China Keluarkan Aturan Main Game Online untuk Anak-anak
Baca Juga
Smart Classroom ini merupakan pilot project bersama yang hadir berkat upaya KBRI Beijing dan Chinese Language Education Centre (CLEC) dalam penguasaan bahasa Mandarin, dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.
CLEC rencananya akan mendirikan Pusat Bahasa Mandarin dan Inovasi di enam Perguruan Tinggi di Indonesia, yaitu di Universitas Gajah Mada, Universitas Padjajaran, Universitas Negeri Yogyakarta, London School of Public Relations (LSPR), Universitas Ciputra dan Universitas Pancasila.
Peluncuran ini dihadiri oleh Dutabesar Djauhari Oratmangun didampingi Wakil Dubes Dino R. Kusnadi, Atdikbudristek Yaya Sutarya dan Delegasi CLEC yang dipimpin oleh Dirjen CLEC, Kementerian Pendidikan RRT, Prof. Ma Jianfei di KBRI Beijing, Kamis (29/9).
Dubes Djauhari pun menyampaikan apresiasinya kepada CLEC yang telah memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas guru, kepala sekolah dan dosen melalui kegiatan berbagai pelatihan untuk semua jenjang pendidikan dasar, menengah dan tinggi.
KBRI Beijing mencatat, CLEC sudah memberi beasiswa kepada 2.749 guru dan dosen Indonesia untuk jenjang pendidikan sarjana, magister dan program doktor di bidang kepemimpinan, vokasi, inovasi pembelajaran dan Bahasa Mandarin.
KBRI Beijing juga akan mendorong penambahan program studi Bahasa Indonesia dan Pusat Bahasa Indonesia di berbagai universitas Tiongkok sebagai upaya peningkatan kerja sama pendidikan dan people to people connections.
Sebagai catatan, saat ini telah terdapat 19 program studi bahasa Indonesia tersebar di berbagai universitas di Tiongkok yang telah berjalan dengan rencana penambahan 3 program studi Bahasa Indonesia di 3 Perguruan Tinggi dan peresmian 13 Pusat Studi Bahasa Indonesia baru di berbagai universitas di Tiongkok pada tahun ini.
“Kami berharap Language and Innovation Center ini dapat direalisasikan pada tahun 2022 di Indonesia,” ungkap Dubes Djauhari.
- 11 Juta Penduduk Wuhan China Lakukan Tes Massal Covid-19
- Dua Kasus Pertama Covid-19 Varian Delta Plus Terkonfirmasi Di Korea Selatan
- Mantan Anggota ISI Kini Jadi Fashion Influencer