Dalam memperingati Malam Satu Suro yakni malam Tahun Baru Islam 1446 H, Pura Mangkunegara menggelar Kirab Pusaka dan tradisi bertapa bisu keliling Pura Mangkunegara.
- Penjual Bunga Melati Kebanjiran Rezeki Di Momen Idulfitri
- Gema Takbir Desa Pituruh: Pawai Obor, Fire Dance, Dan Lantunan Kencreng Semarakkan Malam Takbiran
- Lestarikan Tradisi, Keraton Surakartara Gelar Khataman Al-Qur'an Dan Pembagian Zakat Fitrah
Baca Juga
Tapa Bisu itu diikuti oleh keluarga, abdi dalam dan beberapa tamu undangan seperti pejabat juga tokoh politik.
Tahun 1446 H, Tapa Bisu ini diikuti Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa, politikus Aria Bimo dan putrinya Ignasia Sukma Putri Maharani. Kemudian ada putri dari Puan Maharani yakni Pinka Haprani.
Sedangkan pusaka yang dikirab adalah berupa tombak. Jumlahnya ada 5 (lima) dan ada 1 (satu) pusaka yang dibawa di dalam tandu berupa beras dari Ndalem Ageng Puro Mangkunegaran.
Momen Kirab Satu Suro di Pura Mangkunegaran Solo menarik animo masyarakat, banyak dari mereka yang datang untuk mencari berkah.
Saat ini ada dua penanda tradisi Satu Suro yang paling ditunggu masyarakat.
Pertama adalah berebut air kembang dan kedua adalah pembagian udik-udik dari penguasa Pura Mangkunegara yakni KGPAA Mangkunegara X, dan keluarganya. Masyarakat rela berdesakan untuk berebut air bunga juga udik-udik di Pura Mangkunegara, Solo.
Berebut air kembang kerap dilakukan para penonton Kirab Satu Suro Pura Mangkunegara. Masyarakat masih mempercayai air kembang dan udik-udik tersebut merupakan berkah dan rejeki.
Untuk air bunga, diambilkan dari sumber mata air yang ada di Pura Mangkunegara. Dipercaya oleh masyarakat, air itu bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Untuk pengobatan, untuk penglaris juga untuk kesuburan tanah pertanian.
Sedangkan udik-udik berisi untaian bunga mawar, dan uang koin nilainya ada yang Rp1.000 ada juga yang Rp500. Biasanya udik-udik tersebut disimpan masyarakat, dan diharapkan mendatangkan berkah rejeki berlimpah.
Tatik (55) warga Karangpandan, Karanganyar, ikut berebutan air mengaku senang bisa mendapatkan sisa air bunga dari Pura Mangkunegaran. Tidak sia-sia dirinya ikut berebut air. Sekantong air dalam plastik berhasil didapatkannya.
"Senang bisa dapat air ini, bisa buat macam-macam. Bisa buat mandi, minum atau buat pupuk. Pokoknya ngalap berkah," pungkasnya.
Peliputan Malam Satu Suro dapat dibaca di link di bawah ini:
Pura Mangkunegaran Kirab Lima Pusaka dan Lakukan Tapa Bisu Di Malam Satu Suro
- Polsek Karanggede Evakuasi Mobil Tergelincir Ke Sawah Di Jalur Klego-Karanggede
- Boyolali Pastikan Wisatawan Nyaman Di Liburan Dan Aman Di Waduk Cengklik
- Pastikan Keamanan Libur Lebaran, Kapolres Boyolali Tinjau Langsung Wisata Waduk Cengklik