Usaha industri kecil dan menengah (IKM) binaan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerind) Demak menciptakan berbagai produk-produk dikembangkan untuk mengangkat potensi lokal. Produk-produk buatan IKM itu memiliki nilai jual, daya tariknya dari potensi unggulan yang diangkat.
- Disporapar: Bantuan Keuangan Kepada Ratusan Desa Wisata Se-Jawa Tengah Terkena Efisiensi
- Gubernur Jateng Perkirakan Puncak Arus Mudik Belum Terlewati
- Bupati Banjarnegara: Musrenbang RKPD 2026 Bagi Banjarnegara Yang Maju Dan Sejahtera
Baca Juga
Agus Kriyanto, Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Perindustrian Kabupaten Demak, mengatakan pihaknya sangat mendukung munculnya industri-industri kecil baru yang produk-produknya tampil berbeda, berani menjual kekayaan potensi lokal.
Ke depan, Dinnakerind Demak selaku wadah pengembangan industri kreatif daerah yakin Demak bisa memasarkan produk bernilai lokal tinggi skalanya juga lebih luas ke pasar internasional.
"Ini yang menarik, jadi produk-produk buatan lokal dibuat IKM bisa memiliki suatu ciri khas menonjol sebagai gambaran kekayaan lokal Kabupaten Demak," kata Agus, Rabu (16/10).
Selama ini, para produsen produk-produk menonjolkan ciri khas Demak itu, Agus menjelaskan, mendapatkan fasilitas Dinnakerind Demak pendampingan produksi dan pemasaran. Dampak didapatkan, para pengusaha lokal bisa menjual produk-produk buatannya pasarnya luas tak hanya lokal luar kota saja, namun dapat sampai luar provinsi, di pesan online dikirimkan ke pulau-pulau lain di Indonesia, serta ada pula berhasil ekspor ke sejumlah negara luar.
Kendala pengembangan produk-produk bernilai lokal, kata Agus, adalah inovasi kreatif sampai dengan promosi butuh sentuhan dan kebijakan mendukung dari pemerintah daerah. Yang jadi pekerjaan rumah adalah tidak sekedar sulit mencari pembeli di pasaran, namun juga terkadang banyak pihak tertarik ingin rasa baru berbeda, maka dirasa perlu inovasi.
"Kita belum bisa survive sampai pasarnya khusus produk IKM memiliki ciri khas Demak dapat bersaing sendiri di lokal atau ekspor. Tapi, bisa kita lakukan gebrakan menciptakan inovasi agar nilai jual produk-produk industri kita itu semakin diperhitungkan. Termasuk dukungan pemerintah dalam membuat kebijakan, semoga bisa semakin meningkatkan penjualan di masyarakat sendiri dan membuka peluang tercipta pasar di luar daerah serta bahkan luar negeri terbuka lebar dan sukses mengangkat Demak," urai orang nomor satu di jajaran Dinsnakerind Demak ini.
Diungkapkan juga pekerjaan rumah ke depan masih banyak, selain mendorong promosi, terobosan yang perlu dilakukan adalam membekali dengan manajemen, seperti apa itu marketing mix. Selama ini kegiatan wirausaha yang bertumbuh muncul dan menggeliat secara alami. Artinya belum mengoptimalkan aspek aspek manajemen, seperti marketing, promosi dan distribusi. ''Ini yang menjadi concern kami (Disnakerind) agar secara manajerial mereka (dunia usaha) dapat bersaing serta eksis di tengah arus global,''tegasnya.
Tidak itu saja jajaran yang dinahkodai Agus, juga akan berupaya membantu terkait sertifikasi, atau pematenan. ''Paten atau hak cipta penting juga. Sebab kalau tidak ketika sudah maju dan berkembang secara hukum juga harus aman secara legal formal,''timpanya. Untuk itu sosialisasi dalam rangka memberikan input kepada para pelaku usaha terus dilakukan. Disnakerind tidak melakukan sendiri, namun melibatkan OPD lain yang mempunya irisan peran untuk bersama sama.
Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong optimalisasi yang lebih riil. Apalagi trend persaingan global juga semakin sengit, maka membangun kemitraan dan bersama sama berikhtir meningkatkan posisi tawar menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan cita cita bersama.
- Polsek Karanggede Evakuasi Mobil Tergelincir Ke Sawah Di Jalur Klego-Karanggede
- Boyolali Pastikan Wisatawan Nyaman Di Liburan Dan Aman Di Waduk Cengklik
- Pastikan Keamanan Libur Lebaran, Kapolres Boyolali Tinjau Langsung Wisata Waduk Cengklik