BMKG Minta Warga Semarang Waspada

Petugas kepolisian menunjukan kondisi jalan raya saat Kota Semarang  dilanda banjir, beberapa waktu lalu. Dicky Aditya/RMOLJateng
Petugas kepolisian menunjukan kondisi jalan raya saat Kota Semarang dilanda banjir, beberapa waktu lalu. Dicky Aditya/RMOLJateng

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akhir April sampai awal Mei bakal jadi puncak musim hujan tahun ini. 


Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Ahmad Yani Semarang, Giyarto pun mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi terjadinya banjir akibat hujan intensitas sedang sampai deras pada akhir musim hujan ini.

Sebab, menurutnya, cuaca ekstrem diperkirakan tidak akan terjadi, meski tetap masih terdapat potensi hujan deras mengguyur Kota Semarang serta sebagian wilayah Jawa Tengah lain. 

"Akhir April dan awal Mei hujan sedang sampai deras berpotensi tetap terjadi, namanya disebut fase peralihan siklon tropis ke kemarau. Jadi, hujan bisa kapanpun turun sampai awal musim kemarau, prediksinya dimulai pertengahan Mei. Termasuk pada waktu kemarau awal, masih kemungkinan hujan kadang-kadang turun beberapa kali dalam satu minggu," kata Giyarto, Senin (29/4). 

Hujan ringan, sedang sampai deras yang berpotensi terjadi, Giyarto mengimbau, mesti tetap harus jadi perhatian dan diwaspadai masyarakat Semarang dan sekitarnya. Sebab, hujan bisa saja sampai menyebabkan ancaman banjir maupun longsor. 

"Waspada terhadap potensi bencana harus selalu ya, meski tidak lagi puncak musim hujan. Kita mengimbau masyarakat di akhir musim hujan jelang kemarau untuk senantiasa mewaspadai cuaca ekstrem yang dapat terjadi kapan saja. Meski tidak perlu khawatir berlebihan, tapi selalu harus waspada," jelas Giyarto.