Petugas melakukan penggeledahan hingga mewajibkan tes urine secara dadakan, Sabtu (2/3).
- Dandim 0721/Blora Jadi Inspektur Upacara HUT ke-79 TNI
- Taman Parkour sedang Dibangun di Kota Semarang
- Arus Balik ke Arah Jakarta Mulai Padat, Korlantas Polri Siapkan Flag Off One-Way
Baca Juga
Situasi ini cukup membuat puluhan narapidana (napi) Rutan Kelas IIB Salatiga terkejut.
"Kegiatan razia dadakan ini bentuk antisipasi kami adanya gangguan keamanan dan ketertiban jelang memasuki Bulan Ramadan," kata Kepala Rutan Kelas IIB Salatiga Andri Lesmano.
Ia mengungkapkan, giat razia dan tes urine pada puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tersebut sebagai langkah agar pelaksanaan ibadah pada bulan Ramadan dapat terlaksana dengan khidmat.
Sekaligus, ungkap dia, WBP dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
Razia dilakukan secara menyeluruh. Mukai dari pemeriksaan kamar hunian, hingga dilanjutkan dengan pelaksanaan tes urine.
Bahkan, para penghuni juga tak luput dari penggeledahan di tubuh masing-masing baik bagi WBP wanita dan pria.
"Sekitar 35 warga binaan dan petugas Rutan kiya lakukan tes secara acak, guna antisipasi adanya peredaran dan penyalahgunaan narkoba dilingkungan Rutan Salatiga," ujarnya.
Ditambahkan Kepala Keamanan Rutan, Kumroji, untuk saat ini Rutan Salatiga dihuni 161 warga binaan dan 69 diantaranya merupakan warga binaan yang terjerat perkara narkotika.
Dari hasil tes urine dinyatakan negatif dan pelaksanaan razia tidak ditemukan adanya barang terlarang.
"Kami sangat mengapresiasi para WBP yang taat dan patuh dengan aturan serta ketentuan yang berlaku di dalam Rutan Salatiga," pungkasnya, didampingi Humas Rutan Salatiga Nurhadi.
Pihaknya mengimbau agar WBP tetap mentaati aturan dan menjaga situasi aman dan nyaman di Rutan Salatiga.
- Pengadaan Barang dan Jasa Jadi Sektor Penyumbang Korupsi Terbesar di Indonesia
- Vaksinasi Karyawan PT KAI Daop 6 Mencapai 3.462 Untuk Dosis Pertama
- Perbaikan Jembatan Kali Babon Timbulkan Macet Panjang, Pengendara Di Jalur Pantura Semarang-Demak Mengeluh