Mengeringnya Bendung Tempuran Blora Jawa Tengah tak berdampak pada lingkungan sekitar, lantaran di masa tanam (MT) 2 para petani sekitar tak banyak membutuhkan air.
- Bazaar Art Purbalingga, Pameran Seni Pemersatu Keberagaman
- Kecelakaan Di Alas Roban, Warga Tangerang Tujuan Jawa Timur Mohon Bantuan Pos Terpadu Ungaran
- Pemberangkatan Perdana Calon Haji Dua Kabupaten dari Embarkasi Donohudan Solo
Baca Juga
Sehingga keringnya bendungan tersebut tak dirisaukan warga Tempuran. Justru warga setempat dapat menikmati panen ikan akibat minimnya debit air di sana.
Menurut petugas pemantau Bendungan Tempuran BBWS Pemali Juana, Puji Setiyono mengatakan saat ini ketinggian air bendungan kurang dari satu meter, yakni 0,95 meter.
Ia menjelaskan, keberadaan bendung tersebut biasanya dimanfaatkan oleh PDAM Blora untuk disalurkan pada masyarakat. Namun karena kandungan air di bendung menipis, tak lagi dimanfaatkan pihak PDAM.
"Air bendungan juga sudah tidak dipakai untuk air baku PDAM sejak volume air menipis. Untuk ketinggian normalnya mencapai 7,9 meter, dengan elevasi 122,5 dengan volume 120.700 m3," terangnya, Senin (30/9) siang.
Dalam kondisi normal, lanjutnya, air bendung dimanfaatkan oleh petani dan PDAM. Namun karena saat ini padi mulai menguning kebutuhan air petani minim.
"Meski sebagian waduk mengering, warga sekitar Tempuran tak begitu terdampak karena mata air di sana mencukupi kebutuhan warga," jelasnya.
Ia menjelaskan air bendung saat ini hanya digunakan untuk perawatan tubuh bendung jadi sudah tidak dialirkan ke warga dan petani. Artinya kondisi Bendung Tempuran benar-benar kritis meski sempat hujan beberapa kali.
Terkait warga yang mencari ikan disana memang sudah biasa dilakukan ketika kondisi bendung mengering. Asalkan menggunakan cara yang benar, yakni dengan memancing maupun dengan jaring.
Ia berharap prediksi hujan di akhir Oktober sampai November tidak meleset, sehingga fungsi waduk akan kembali normal dan petani bisa tanam padi lagi di bulan Desember sampai Januari.
- SMA Taruna Nusantara kembali Luluskan Putra Putri terbaik Bangsa Angkatan XXXII
- Terendam 20 Hari, Petani di Brati Grobogan Gagal Panen
- Haul HOS Tjokroaminoto, Warga Syarikat Islam Banjarnegara Ziarah Bersama