Batagor dan Siomay Jajanan Sejoli yang Bikin Nagih

Akhir-akhir ini banyak dijumpai jajanan siomay dipadukan dengan batagor. Bahkan beberapa pedagang juga membuat variasi tidak hanya kering dengan guyuran bumbu kacang tapi ada yang ditambahkan kuah layaknya bakso.


Ini pula yang dijajakan oleh Yoga Budi Prasetyo (45) asal Desa Metenggeng Bojongsari Purbalingga.

Pada tahun 2006, Yoga memulai usahanya dengan menjajakan siomay dan cilok keliling menggunakan sepeda motor. Ia berangkat setiap pagi dari desa menuju Purbalingga kota dan menanti pembeli di depan kantor Dinpendukcapil Purbalingga. Dari situlah Yoga mendapat pelanggan mulai dari kalangan pelajar hingga orang kantoran.

Lambat laun usahanya pun berkembang hingga Yoga memiliki gerobak yang lebih besar untuk berjualan. Usahanya tersebut mulai buka pukul 09.30 hingga dagangannya habis. Pelanggannya tidak hanya dari Purbalingga, ada pula yang dari Banjarnegara bahkan Kebumen. Untuk masing-masing item siomay atau batagor dihargai  Rp1000 kecuali telur Rp3.000.

"Kalau hari-hari biasa alhamdulillah bisa menghabiskan 18 kg adonan siomay. Biasanya habis jam 2, paling sore pernah jam 5," ujar bapak tiga putra ini saat ditemui di depan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga, Kamis (13/10).

Kewalahan melayani pembeli yang semakin bertambah, kini Yoga dibantu dua orang karyawan. Yoga melanjutkan dirinya belum menerima pesan antar, sehingga bagi warga Purbalingga dan sekitarnya yang ingin menikmati siomay dan batagor dagangannya bisa menuju ke depan MAN Purbalingga tempat ia biasa mangkal.

"Dulu awalnya saya dibeliin sama temen terus saya tanya di mana belinya dan dia ngasih tahu di depan MAN. Sampai sekarang kalau beli siomay-batagor pasti di sini, bumbu kacangnya enak, bikin nagih pokoknya," pungkas Tama pelanggan setia dari Bancar Purbalingga.