Antisipasi Banjir, Mbak Ita Gandeng DPU dan BBWS Pemali Juana

Banjir yang terjadi setelah Semarang diguyur hujan deras ditanggapi Wali Kota Semarang Mbak Ita. Dicky Aditya/RMOLJateng
Banjir yang terjadi setelah Semarang diguyur hujan deras ditanggapi Wali Kota Semarang Mbak Ita. Dicky Aditya/RMOLJateng

Banjir akibat hujan deras di Kota Semarang, sempat terjadi, Selasa (19/11) sore. Sampai keesokan harinya pun bahkan ada beberapa wilayah seperti di Kaligawe, dan Muktiharjo yang masih terendam genangan cukup tinggi.


Setelah diguyur hujan deras, jalan-jalan protokol padat aktivitas masyarakat di Semarang terendam banjir dan menyebabkan kemacetan lalu lintas. 

Mendapat keluhan dari masyarakat, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita menilai, pihaknya sangat menyayangkan banjir di Semarang yang kembali terjadi. 

Atas banjir terjadi, Mbak Ita pun segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak berwenang, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. 

Menurut Mbak Ita, penanganan banjir di Kota Semarang mesti cepat ditangani sebaik-baiknya karena sebentar lagi kemungkinan puncak musim penghujan saat akhir tahun. 

"Kami koordinasi dengan DPU Kota Semarang dan BBWS Pemali Juana agar dapat memastikan penyebab banjir. Jika ada proyek-proyek penanganan justru menjadi penyebab banjir, kita minta ada upaya agar dipercepat dan dipersiapkan supaya tidak terjadi banjir lagi," jelas Mbak Ita, Kamis (21/11). 

Antisipasi yang dilakukan pemerintah kota (Pemkot) Semarang, kata Mbak Ita, karena khawatir musim hujan akhir tahun dapat mengakibatkan bencana banjir. 

Tugas penanganan pun di bagi, DPU Kota Semarang diminta menangani banjir terutama di ruas-ruas jalan agar tidak menggangu warga. 

Sedangkan tanggung jawab normalisasi, diserahkan Pemkot Semarang ke BBWS Pemali Juana. Risiko banjir diminimalisir mencegah banjir terjadi di akhir tahun atau saat memasuki awal tahun disaat puncak musim hujan tiba. 

"Kalau masalahnya belum bisa dipastikan karena apa bisa banjir. Tetapi, kita sampaikan ke DPU dan BBWS jika ada proyek-proyek yang dikerjakan belum selesai tetapi mengganggu saluran air atau sungai-sungai, kita minta segera diselesaikan. Apalagi sekarang akhir tahun, potensi banjir meningkat karena memasuki puncak musim penghujan," terang Mbak Ita. 

Mbak Ita pun meminta maaf kepada masyarakat Kota Semarang karena banjir yang terjadi. Pihaknya juga menghimbau agar masyarakat waspada dan siap menghadapi risiko banjir seiring curah hujan tinggi musim penghujan. 

"Masyarakat kita minta siap dan waspada sebentar lagi musim penghujan akhir tahun dan awal tahun. Bagaimana pun bencana tentu tidak kita harapkan terjadi, tetapi warga mesti siap menghadapi risiko terburuk jika terjadi banjir di Kota Semarang," pesan Mbak Ita kepada warga Kota Semarang.